SMA PGRI 2 Pertama Kali Mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer


img1523281375226

DETEKSIPOST.COM – Sebanyak 243 siswa SMA PGRI 2 tengah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian daring yang digelar tahun ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan di Sekolah tersebut.
 
Kurikulum Ketua Panetia I Made Purwa Kesuma. Spd.Mpd, dengan seijin Kepala SMA PGRI.2 Denpasar, I Komang Arta Saputra. Spd.Mpd. menjelaskan, pada awak media pihaknya mengikuti menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Namun, sebagai langkah awal ujian daring diadakan disekolah sendiri.”ucap I Made Purwa Kesuma.
 
“Menurut I Made Purwa Kesuma.Dari kesiapan, perangkat 81 komputer jadi sediakan untuk mengakomodir 243 siswa. 3 sesi dibagi dua ruangan 1 ruangan 40 siswa. Tahun ini, yang sekaligus tahun pertama kali menyelenggarakan UNBK, “ujarnya.
 
“Selain itu, jadwal UNBK antara Sekolah Menengah Umum dengan Sekolah Menengah Kejuruan tidak sama. Melalui Dinas Pendidikan Kota Denpasar, situasi itu difasilitasi sehingga SMA PGRI.2 Denpasar dapat bergabung mengadakan ujian dalam jaringan itu.”jelasnya.
 
Sampai saat ini, “Kata I Made Purwa Kesuma siswa tidak menemui kendala yang terkait dengan menempuh kegiatan UNBK. Dari beberapa simulasi 2 X yang digelar juga diikuti dengan lancar oleh siswa.
 
“Kita tetap menggunakan 3 shift dengan di bagi 2 ruangan setiap sesi dua jam.” jelasnya demikian.
 
Masalah daya listrik yang ada di sekolah pihak kami sudah bekerjasama dengan PLN. agar tidak ada pemadaman selama  ujian dan koneksi internet. cukup baik.
 
“Sementara, pelaksanaan UNBK tingkat SMA PGRI.2, pada 9 April 2018 dilaksanakan di sekolah berjalan dengan lancar dan aman.” ucap I Made Purwa Kesuma.
 
Siswa tetap akan mendapatkan pelayanan pemantapan materi dalam pertemuan Klinik Akademik. Disitu, guru pengampu akan mematangkan materi-materi hingga menjelang ujian.
 
Pihaknya berharap, dengan penerapan wajib UNBK untuk sekolah di Denpasar, pemerintah memfasilitasi kebutuhan untuk UNBK. Dengan demikian, sekolah mampu menyelenggarakan ujian daring secara mandiri.
 
“Kami mengikuti instruksi pemerintah saja. Dengan menyesuaikan kondisi yang ada di sekolah. Namun jika ada kekurangan perangkat ya, dibantu, baik dari pelaksanaan, penganggaran dan peralatan,” harap I Made Purwa Kesuma.(TIM).

                    






Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *