Upacara Nangun Yadnya di Banjar Semila Jati Denpasar


IMG_20190417_001338615

#Keterangan foto; Upacara Nangun Yadnya di Banjar Semila Jati Denpasar.
 
 
DETEKSIPOST.COM – DENPASAR – BALI, Pagi hari tadi pukul 05:00 WITA krama Banjar Semila Jati Desa Pemecutan Kaja Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar berduyun-duyun berkumpul di jaba Pura Penyarikan Semila Sari untuk melaksanakan upacara melasti.
 
Sehingga melaksanakan serangkaian Karya Mamungkah Padudusan Alit Tawur Rsi Ghana Wraspati Kalpa yang puncaknya akan diselenggarakan pada Purnama Jiyestha rahina Sukra Wage Wayang Jumat, 19 April 2019.
 
Sementara, iring-iringan kendaraan pengiring acara melasti tiba di pantai Padanggalak Sanur pada pukul 05:40 menit dan upacara penyucian pratima atau linggih ida betara juga dilanjutkan dengan nunas tirta amerta saking tengahin segara yang dilakukan oleh Kelian Dinas Banjar Semila Jati, I Wayan Landep.
 
Selain itu di tengah-tengah upacara tersebut, Wayan Landep sempat menyampaikan bahwa krama banjar yang dipimpinnya sangat antusias mendukung pelaksanaan upacara yang tergolong cukup besar bagi umat Hindu yang tinggal di kota perantauan di Denpasar ini.
 
Landep mengatakan “Warga kami sebanyak 600 KK lebih berasal dari berbagai kabupaten di Bali dan beberapa yang non Hindu juga banyak berasal dari luar Bali.
 
Namun serangkaian upacara yang kami selenggarakan ini warga kami bersatu dalam ngayah mulai dari perencanaan awal, persiapan hingga penyelenggaraan upacara yang kami awali sejak minggu lalu yaitu upacara Melaspas sarana dan wewangunan upakara.
 
“Hal ini ada sekitar 850 orang warga yang hadir untuk ngiring Ida Betara mesucian dalam Melasti dan ini belum semuanya hadir karena beberapa masih harus bekerja sesuai profesinya”.ujarnya.
 
Selesai acara Melasti di pantai Padanggalak Sanur, Ida Betara diiring mantuk ke Pura Penyarikan Semila Sari dan disambut dalam upacara pemendakan di depan Balai Banjar.
 
Selanjutnya Ida Betara katuran melinggih ring Pura dan krama banjar ngaturang sesolahan seperti rejang dewa yang ditarikan oleh anak-anak serta rejang renteng yang dibawakan oleh kelompok PKK banjar setempat.
 
Serangkaian upacara yang akan nyejer selama 7 hari dan Ida Betara jagi katuran mesineb pada 26 April 2019, pengurus Banjar juga mengadakan kegiatan layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga banjar pada hari Kamis, 18 April 2019 mulai pukul 08:00 pagi bertempat di sebelah Pura Penyarikan Semila Sari tepatnya di area TK Khumara Jati milik Banjar Semila Jati.
 
“Konsep Tri Hita Karana harus tetap diedukasi pada warga kita karena sebagai umat Hindu kita harus mensyukuri segala anugerah yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
 
Konsep Parahyangan sudah sangat jelas kita lihat dari pelaksanaan upacara ini, Konsep Palemahan kami edukasi dengan menghindari bahkan melarang warga kami yang membuat banten atau sarana upacara yang berbahan plastik sekali pakai.
 
ini juga secara Dharma Negara merupakan implementasi dari penerapan Peraturan Walikota dan Peraturan Gubernur tentang upaya pengurangan timbulan sampah dari barang berbahan plastik sekali pakai.
 
Nah yang terakhir konsep Pawongan yaitu hubungan yang harmonis antar sesama warga kami tunjukkan dengan setiap selesai kegiatan upacara dalam setiap tahapan kami lakukan makan bersama.
 
Seluruh warga tanpa membedakan kasta, latar belakang pendidikan, profesi dan sebagainya. Dan kami selenggarakan juga kegiatan layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga pada 18 April 2019 agar warga tetap fit staminanya ngaturang ayah ngantos karya suci puniki puput memargi antar labda karya siddha sidaning don sabayantaka. Layanan kesehatan ini dihaturkan oleh warga kami Ketut Swabawa, sebagai bentuk gotong royong / ngayah dalam berbagai dimensi.”
 
Banjar Semila Jati yang terletak di Jalan Wibisana Barat Denpasar komitmen dalam melestarikan tradisi, adat dan budaya di lingkungannya.
 
Semua warga terlibat dalam berbagai kegiatan seni seperti sekeha santhi, sekeha beleganjur, sekeha gong anom, sekeha angklung, kelompok PKK yang aktif dalam kegiatan senam kesehatan dan juga tari sesolahan yadnya selain kegiatan posyandu, penyuluhan kesehatan tim jumanti, dan lain-lainnya.
 
Banjar Semila Jati ini bisa menjadi percontohan pemberdayaan masyarakat di tengah kota yang heterogen dengan berbagai asal, profesi, pendidikan dan keanekaragaman lainnya. Semoga Bali Shanti lan Jagadhita.(TIM)