Kodam IX/Udayana Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Dan I Yong Moodo


IMG-20190726-WA0001

#Keterangan foto; Kodam IX/Udayana Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Dan I Yong Moodo.
 
 
 
DETEKSIPOST.COM – DENPASAR – BALI – Kondisi tingkat kemampuan Beladiri Militer Satuan Jajaran TNI AD belum merata mengingat secara rutin TNI AD menerima tambahan prajurit baru dari hasil Dikma yang mana tingkat kemampuan hasil didik tersebut baru pada klasifikasi sabuk hijau, sedangkan untuk memiliki kemampuan Beladiri Militer yang handal minimal harus sudah mencapai tingkatan Sabuk Hitam Dan I BDM.
 
Demikian disampaikan Kadisjasad Brigjen TNI Mochammad Hasan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan Tradisi Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Dan I BDM Yong Moodo Satpur dan Satbanpur Jajaran Kodam IX/Udayana TA. 2019, yang didampingi oleh Kajasdam IX/Udayana Kolonel Inf Bambang Heri Tugiono, bertempat di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Kamis (25/7/2019).
 
Kadisjasad melanjutkan, penentuan layak dan tidaknya peserta ujian lulus menyandang Sabuk Hitam Dan I BDM tersebut ditentukan oleh LKT Pusat yakni dari Dinas Jasmani Angkatan Darat.
 
Hal tersebut bertujuan agar hasil ujian berkualitas, dengan harapan kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengatasi kondisi kritis tertentu yang menuntut seorang prajurit harus melakukan suatu perkelahian.
 
“Kepada para peserta ujian, saya berpesan agar laksanakan ujian secara bersungguh-sungguh, jangan ragu dalam melakukan teknik gerakan yang sudah dipelajari, jaga faktor keamanan serta hindari kemungkinan-kemungkinan yang dapat membahayakan dalam pelaksanaan kegiatan ujian dan ikuti benar-benar instruksi dari penguji,” demikian pesan Kadisjasad.
 
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., didampingi Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, tampak hadir mengunjungi kegiatan tersebut guna memberikan moril dan semangat kepada para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ujian dengan maksimal.
 
Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., dalam siaran persnya mengungkapkan bahwa pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Dan I BDM tersebut diikuti oleh 46 orang peserta yang terdiri dari 5 orang anggota Yonif Raider 900/SBW, 25 orang anggota Yonzipur 18/YKR dan 16 orang anggota Denkav 4/SP, dengan 6 orang penguji dari Disjasad dan Jasdam IX/Udayana.
 
Kapendam menambahkan, keterampilan beladiri bagi seorang prajurit adalah suatu keharusan, sehingga latihan beladiri harus terprogram dengan baik dan benar serta harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh prajurit TNI AD baik Satpur, Satbanpur, Satbanmin maupun Balak.
 
Beladiri militer merupakan hasil perpaduan dari berbagai macam teknik pertarungan yang didesain sedemikian rupa oleh para praktisi beladiri dunia melalui Research of Martial Art, sehingga tercipta beladiri campuran yang memiliki teknik baik stand-up fighting, kuncian, bantingan maupun ground fighting.
 
“Berdasarkan hal tersebut, maka beladiri yang memiliki teknik lengkap seperti ini dirasa cocok dengan karakteristik dan tuntutan tugas prajurit yang salah satunya melakukan tugas tempur,” demikian tegas Kapendam. (TIM).