Menteri Pariwisata Resmi Membuka Sanur Village Festival XIV


IMG_20190822_020043273

#Keterangan foto; Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace dan Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra.
 
 
 
DETEKSIPOST.COM – SANUR – BALI – Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde mengatakan branding yang telah terbangun hingga memasuki kegiatan tahun keempat belas ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang dinilai masih lesu.
 
“Kami térus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kemasan festival agar tetap menjadi daya tarik dan menj adi kenangan mengesankan bagi para penggunjung termasuk wisatawan,” katanya,
 
Menurut Gusde rata-rata tingkat hunian kamar di kawasan Sanur pada semester I/2019 hanya sekitar 55% dan ini menj adi salah satu konsnetrasi berbagai pemangku kepentingan agar dapat mendorongnya bersama indikator lainnya.
 
Selain itu, Gusde yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur bersama warga ingin terus memberikan sumbangsih bagi keberlanj utan pariwisata yang menjadi penopang ekonomi terbesar di wilayah ini.
 
“Salah satunya melalui festival yang kalini bertema ‘Dharmaning Gesing’ yang menggerakkan berbagai komunitas untuk tak henti melakukan kreasi dan inovasi terhadap kemanfaatan tanaman bambu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali.”ungkap.Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra.
 
IMG_20190822_020028419
 
Sanur Village Festival XIV digelar selama 5 hari pada 21-25 Agustus 2019 di Pantai Matahari Terbit Sanur.
 
Sementara Menteri Pariwista Arief Yahya mengungkapkan, pemasukan negara di bidang pariwisata diproyeksi akan menjadi terbesar diantara sektor lain di tahun 2020. Pada 2018, devisa negara dari sektor pariwisata mencapai USD 19 juta dan mengungguli sektor migas dan batubara.
 
Bali yang dikatakan Arief, memberikan kontribusi terbesar yakni 40 persen atau setara dengan Rp 100 trilyun.
 
“Kita meyakini pada tahun 2020 sektor pariwisata memberikan kontribusi tertinggi terhadap devisa negara,” jelas Arief Yahya saat membuka Sanur Village Festival (SVF) XIV di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Hingga tahun keempat belas, Sanur Village Festival telah menjadi Top Ten Event Calender Kementerian Pariwisata. Perhelatan itu juga menjadi role model pariwisata berbasis masyarakat atau community base tourism.
 
“Di dalam sustainable development tourism mengenal 3 yakni, planet atau environment, people atau community, dan prosperity. Jadi semakin dilestarikan akan semakin mensejahterakan,” ujarnya.
 
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan, tema ‘Dharmaning Gesing’ pada Sanur Village Festival XIV mengangkat selaras dengan visi Pemprov Bali dalam konteks pembangunan alam dan lingkungan secara menyeluruh.
 
Dikatan Cok Ace. Bambu atau Gesing, dalam bahasa Bali, sarat dengan filosif kehidupan keseharian masyarakat Bali.
 
“Tanpa disadari kita banyak belajar dari bambu,” jelas Cok Ace.
 
Perhelatan Sanur Village Festival dimungkinkan mendongkrak okupansi hotel di wilayah Sanur. Pada semester I tahun 2019, tingkat hunian kamar hotel hanya 55 persen. Namun dengan adanya event tahunan ini, akan mendorong jumlah kunjungan wisata di wilayah pesisir timur kota Denpasar itu. (TIM).