Pertemuan Ketiga Konsultan Bisnis dan Entrepreneur dan Kalangan Pengusaha Retail di Bali.


_IMG_000000_000000

Keterangan foto; Sejumlah pengusaha, tokoh Bali, akademisi, senior consultaDan Trainer, konsultan bisnis dan entrepreneur dan kalangan pengusaha retail dan pebisnis lainnya. Mereka adalah I Gede Wirata, Ketut Mardjana, I Gde Made Sadguna, I Gede Bagia Arta, Ida Bagus Kade Perdana, Surya, tokoh besar masyarkat Bali, Pertemuan ketiga di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta, Sabtu (7/9) malam.
 
 
 
DETEKSIPOST.COM – BANGLI – BALI – DR. I Ketut Mardjana. GM Toya Devasya, Tokoh Bangli level nasional dan Mantan Dirut PT. Pos mengatakan Regulasi yang disiapkan oleh pemerintah dibawah komando Gubernur Bali Wayan Koster.
 
Sehingga mendapatkan sambutan positif dari kalangan pengusaha asal Bali. Dalam Focus Discussion Group yang diadakan di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta, Sabtu (7/9) malam.
 
“Sementara para enterpreuner sukses di Bali itu menyatukan visi dan misi membentuk PT. Dewata Janardhana Kerthi (PT. DJK) yang akan melakukan kegiatan dalam peningkatan kesejahteraan serta melakukan proteksi ekonomi di Bali. “ungkap.
 
“Sedangkan, cita-cita luhur itu diinisiasi oleh pengusaha wisata sukses yang juga tokoh asal Bangli Ketut Mardjana. “jelasnya.
 
Selain itu terungkap proyeksi kegiatan meliputi, kegiatan sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Kedua, koperasi yang membangun ekonomi berlandaskan kekeluargaan, dan ketiga adalah PT, yang permodalannya dibagi dalam bentuk saham. Kegiatan itu berada di bawah naungan bendera PT DJK.
 
“Ketiga hal tersebut telah disepakati dalam urun rembug di focus group discussion yang dihadiri sejumlah pengusaha di Bali dan tokoh masyarakat,” jelas Mardjana, Selasa, 10 September 2019.
 
Menurut Mardjana sejumlah regulasi yang dilahirkan di era Gubernur Bali Wayan Koster, perlu ditindaklanjuti secara nyata di masyarakat.
 
Dalam forum itu, para pengusaha di Bali berkomitmen untuk mensukseskan konsep besar ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ sebagai buah pikir Gubernur Wayan Koster.,”Ucap. Mardjana.
 
Hal ini ada 34 produk legislasi yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bali antara lain, 3 Perda yang sudah diundangkan dan 5 Ranperda yang sudah disetujui DPRD Bali pada 20 Agustus 2019,
 
Kemudian sedang diajukan untuk evaluasi di Kemendagri. 4 Ranperda saat ini sedang dalam proses penyusunan dan finalisasi, 9 Pergub yang sudah ditetapkan, serta 13 Ranpergub yang sudah selesai dan sedang dan akan diajukan untuk evaluasi di Kemendagri.
 
Pertemuan dihadiri oleh pengusaha Ketut Mardjana, I Gede Wirata, I Gde Made Sadguna, I Gede Bagia Arta, Ida Bagus Kade Perdana, Surya, tokoh besar masyarkat Bali, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, dan pengusaha muda sukses lainnya seperti Nengah Natyanta.
 
Mardjana menambahkan, dengan konsep yang dibangun, diharapkan masyarakat Hindu Bali dapat menjadi fasilitator dan katalisator pembangunan dan pengembangan bisnis unggulan, melalui kecermatan berinvestasi kemitraan dan pengelolaan bisnis yang efektif, produktif dan kompetitif.
 
“Juga menggali, mengembangkan dan memberdayakan potensi yang ada menuju kedaulatan masyarakat Hindu di Bali,” ujar Mardjana.
 
Mantan Dirut PT Pos Indonesia ini menambahkan, dengan menyatukan visi dan misi kesejahteraan melalui wadah PT DJK, diharapkan masyarakat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, namun menjadi sejahtera dan menjadi motor, dan tuan rumah di tanah warisan para leluhur.
 
Menggali potensi di Bali, jelas Mardjana, menjadi sangat penting. Mengingat, mereka akan memberdayakan dan menjaga kedaulatan ekonomi Bali untuk kesejahteraan umat sedharma.
 
“Kunci dalam mengawal hal tersebut, adalah SDM. Yakni menjadi masyarakat Hindu Bali yang profesional, dilandasi jiwa entrepreneurship, memiliki jiwa pemimpin yang kuat dan transformasional, beradaftasi pada standar industri dengan tata kelola yang baik,” jelas Mardjana yang mantan Dirut PT. Pos Indonesia itu.
 
Seperti diketahui, Ketut Mardjana menjadi salah satu pengusaha sukses di Bali yang berhasil melakukan inovasi spot wisata air dengan memanfaatkan Danau Batur, di wilayah Geopark Batur, Kintamani Bangli. Wahana watersport itu juga menjadi satu-satunya yang berada di wilayah pegunungan di Bali.
 
Tidak sampai disitu saja, tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat juga tak pernah dilewatkan yang disalurkan dalam bentuk CSR. Pada HUT Toya Devasya ke-17, penyaluran CSR dilakukan ke sejumlah desa di Kawasan kaki Gunung Batur.
 
Ke depan, diharapkan masyarakat Bali tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, namun menjadi sejahtera dan menjadi motor, menjadi setir, menjadi tuan rumah di tanah warisan para leluhur. Kunci dalam mengawal hal tersebut, kata tokoh Bali lainnya, adalah SDM.
 
Yakni menjadi masyarakat Hindu Bali yang profesional, dilandasi jiwa entrepreneurship, memiliki jiwa pemimpin yang kuat dan transformasional, beradaftasi pada standar industri dengan tata kelola yang baik.
 
“Ini sangat penting. Menggali potensi yang ada di Bali, dan dikembangkan, sehingga umat sedharma mampu untuk memberdayakan dan menjaga kedaulatan ekonomi Bali,” sambung Mardjana yang mantan Dirut PT. Pos Indonesia itu.(TIM).