Bali Eksotik Marine Park, Dibuka Untuk Umum.


IMG_20190920_022325954

DETEKSIPOST.COM – BENOA – BALI – Dirut PT Taman Benoa Bali Exotic Marine Park Ida Bagus Putu Agastya “mengatakan Selama ini informasi serta pengetahuan masyarakat mengenai mamalia laut masih dianggap kurang, “jelasnya.
 
Sehingga kehadiran Bali Exotic Marine Park diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai sarana edukasi publik mengenai mamalia laut. Wahana edukasi marine yang berdiri di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, “ungkap Ida Bagus Putu Agastya.
 
“Kami mengedepankan interaksi langsung dengan mamalia laut yang diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berkesan dalam proses edukasi. “Ungkap Dirut PT Taman Benoa Bali Exotic Marine Park Ida Bagus Putu Agastya.
 
Dengan pengetahuan dan informasi yang tepat diharapkan masyarakat dapat ikut serta dalam menjaga dan melestarikan keberadaan mamalia laut, khususnya lumba-lumba hidung botol, di alam.
 
Sehingga kehadiran BEMP tidak hanya sebagai penambah khazanah pariwisata di Bali, tetapi dapat juga berperan aktif sebagai lembaga konservasi sebagaimana mestinya.
 
Untuk mecapai tujuan tersebut, maka diperlukan keseimbangan dari tiga perspektif mendasar dalam setiap perencanaan, tata kelola, dan pengendalian program kerja kami. Ketiga perspektif yang dimaksud tersebut adalah perspektif ekologi, edukasi, dan ekonomi.
 
Perspektif ekologi, mengharuskan kami untuk selalu bekerja dengan norma, standar, prosedur serta kriteria yang tepat dan terukur, demi terselenggaranya aspek kesejahteraan hewan,
 
Selain itu serta terselenggaranya fungsi lembaga konservasi dalam pemulihan populasi dan kelestarian satwa laut, khususnya lumba-lumba.
 
Perspektif edukasi, mengharuskan kami agar selalu dinamis dan kreatif, untuk menemukan cara-cara inovatif dan saintifik.
 
Sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang terinspirasi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam inisiatif pelestarian satwa.
 
Perspektif ekonomi, mewajibkan kami untuk melakukan perencanaan yang matang, dan selalu dalam atmosfir kesiap-siagaan dalam menghadapi berbagai hal yang tidak terduga, demi terjaganya kesinambungan hidup lembaga konservasi ini.
 
Selain sebagai wahana edukasi, Bali Exotic Marine Park tidak menampilkan demonstarasi atraksi pertunjukan mamalia air. Namun, pendidikan yang ditawarkan berupa pengalaman yang mengarah pada praktek interaksi langsung.
 
Menurut Ida Bagus Putu Agastya, berdirinya wahana konservasi itu berangkat dari dasar perspektif ekologi, edukasi dan ekonomi.
 
“Kami memiliki kriteria yang tepat dan terukur, demi kesejahteraan hewan, serta terselenggaranya fungsi lembaga konservasi dalam pemulihan populasi dan kelestarian satwa laut khususnya lumba-lumba,” jelas Ida Bagus Putu Agastya.
 
Pihaknya juga mendesain dan mengemas pesan konservasi satwa laut, khususnya lumba-lumba.
 
“Pengorganisasian yang baik harus kami penuhi dengan disiplin tinggi demi terjaganya nafas kehidupan lembaga ini,” tambahnya.
 
Infrastruktur pendukung di kawasan konservasi itu yakni kolam yang cukup luas dan menjadi kolam interaksi terbesar di Indonesia. Ukurannya mencapai 748 m2 dengan kedalaman 3 meter.
 
Selain itu, fasilitas pemeliharaan lumba-lumba ditempatkan pada dua kolam dengan daya tampung 4-5 ekor. Termasuk, satu unit kolam karantina, ruang pelatih dan laboratorium sebagai penunjang kesehatan hewan.
 
Sedangkan Bali Eksotik Marine Park mulai dioperasikan dan dibuka untuk umum mulai hari Kamis, 19 September 2019.
ditandai dengan peresmian dan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Ir. Wiratno., MSc selaku Dirjen KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
 
Untuk pembangunan tahap kedua direncanakan menyusul berupa pembangunan sarana interaksi dengan satwa akuatik yang lain dibawah air. (TIM).