Peduli Covid-19, Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHM Bali). A.A.Ngurah Agung Puri Gerenceng Pemecutan.


IMG_20200429_222407207

Deteksipost.com – Bali – Asalamualakum wr wb selamat malam om swastiyastu, tiyang dari persaudaraan hindu muslim Bali kita peduli masalah covid-19 ini, yang terutama untuk masalah sembako, “Ungkap, Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHM Bali). A.A.Ngurah Agung Puri Gerenceng Pemecutan. Di Jalan Teungku Umar no.46 Toko Oleh-oleh Denpasar, Rabu.29.April 2020.
 
Menurut A.A.Ngurah Agung Puri Gerenceng Pemecutan, sembako yang di tebar baik masyarakat pengusaha sama pemerintah kalau bisa pakai satu jalur apalagi Pemerintah Provinsi Bali sudah satu jalur, dari provinsi ke ujung tombaknya sudah satu jalur, “ujarnya.
 
Sehingga kalau bisa kami mohon pembagiannnya bukan dari adat, tetapi pakai catatan desa dinas, jadinnya semua warga akan dapat yang ber KTP Bali khusus nya wilayah denpasar juga dapat.
 
Jadinya, kalau dia pakai prosedur urakan adat jadinya yang dapat cuma warga adat warga krame aja biar semua dapat, baik yang hindu atau muslim, Kristen, budha, dan kalau bisa yang kos-kosan juga dapat karena dia sebagai warga negara Indonesia dan dia tinggal di Bali.
 
“Sementara, kalau dia di suruh diam saja apa kerjaan kan gak ada kerjaan itu yang ke satu, yang ke dua kalau bisa pakai satu pintu, satu pintu gimana di data dari desa dari dinas, yang pertama contoh desa dinas itu mengasih data hari senin dapat ini, hari selasa daerah ini, hari rabu daerah ini dan nanti kembali lagi, jangan di kasih sekali saja, kita kalau bisa perminggu kita kasih, karena covid-covid ini kan kita tidak tau kapan selesainnya, jadinnya masyarakat biar tenang aman dan bisa terkendali yang satu, “Ucap.A.A.Ngurah Agung Puri Gerenceng Pemecutan.
 
Lanjut yang ke dua masalah untuk finance cicilan semua itu aturan pemerintah yang benerlah aturannya, karena masih di masyarakat masih tetap di pungut yang ke satu, yang ke dua, tetap kena bunga karena aturan pemerintah di gratiskan selama setahun itu pertama, tapi di lapangan kita tetap bayar, tapi di mundur, di bayar mundur itu begini kita tetap di kenakan biaya selama setahun jadinnya yang untung adalah bank atau finance atau koperasi.
 
“Hal ini Kita tetap bayar gitu, jadinnya kita tidak kerja kita bayar, memang kita duluan yang sudah ambil uangnnya tapi pembayaran tetap, karena kita tidak punya penghasilan kalau bisa kami sarankan biar tidak kena bunga, nantik kalau sudah mulai bagus baru mulai kita kena bunga kalau bisa begitu, yang ke dua, yang ke tiga.”terangnya
 
“Kami himbau kepada saudara-saudara
kita di suruh diam di rumah, kenyataannya tamu datang tetap ada, tamu yang pariwisata itu tetap ada, tapi istilahnya pakai wisata covid wisata covid itu gimana dia pakai masker dia tidak kemana-mana atau dia memang kita di Bali khususnya Indonesia.
 
A.A.Ngurah Agung Puri Gerenceng Pemecutan menambahkan, jadi penampungan masyarakat, jadinya bisa membawah penyakit ke bali atau ke Indonesia, nanti di Indonesia kan menyebarkan penyakit jadinya, apalagi dia masih bisa ke pantai-pantai, jalan-jalan ke hotel-hotel, tapi masyarakat umum tidak boleh ke sana gitu, tidak boleh lewat pantai sekarang pantai sudah di tutup lapangan-lapangan sudah di tutup. “pungkasnya.
 
Sedangkan sekarang masyarakat banyak yang mancing, lagi yang hobi-hobinya mancing, itu semua mancing jadinya mana yang benar.
 
“Makanya kalau ingin covid-19 ini segera teratasi ya kita harus tetap yang pertama diam di rumah, ya jaga jarak, ya berusaha, ya pakai aplikasi dan jaga diri baik-baik dan ingat ber olahraga itu penyampaian saya, wasalamualaikum wr wb om santi santi santi om.(TIM).