Sebelum Dilantik Puskorwil Bali, Persembayangan AA Ngurah Agung, di Pura Maospait


IMG_20200901_054822332

Deteksipost.com – Bali – Sebelum pelantikan Puskorwil Bali A.A Ngurah Agung. SE. Penglinsir Puri Grinceng pemecutan Denpasar Bali, Juga Sebagai Ketua Persaudaraan Hindu Musli Bali, melakukan ritual atau persembayangan di pura maospait di Denpasar, Bali. Senin.(31/8).
 
Menurut AA Ngurah melakukan persembayangan apa yang kita cita-citakan berjalan dengan lancar untuk bangsa dan negara terutama Bali, “pungkasnya.
 
“Kami mohon doa dan restu, kebetulan pas ulang tahun saya, yang ke 51 tahun, semoga sehat dan panjang umur, “Ungkap AA Ngurah Angung.
 
“Dikatakan AA Ngurah Angung, Persaudaraan Hindu Muslim Bali, yang kita tetapkan karena para leluhur kami sudah bergabung dari dulu.”jelasnya.
 
Kita juga bukan orang bali asli kita dari Palembang. Cuma kita duluan dari teman-teman kita tapi harus kita jaga antar umat beragama. Begitu juga teman-teman kita saudara-saudara kita mari kita bergabung jangan bikin rame jangan bikin ribut dalam hal ini ayok kita duduk bersama seperti yang di bicarakan tadi penglinsir.
 
“Kita yang TNI/Polri ayo kita bersama- sama, dimana titik usut kita ayo kita duduk bersama kalau bisa ayo kita duduk di puri bicara di puri yaitu terutama paresada.”Ucap. AA Ngurah Angung.
 
_IMG_000000_000000
 
“Saudara-saudara kita hindu yang lain- lainnya juga ayo kita duduk bersamaan. Karena apa ini bukan gimana ini ada pendatang kasarnya itu sopir, masak kernet jadi sopir intinya kernet tidak boleh jadi sopir ya kernet harus numpang jadi kernet yang baik harus mengikuti aturan itu menurut kami.”Ujarnya.
 
Sedangkan, agama itu semua baik tapi jangan sampai berkuasa itu saja. Karena kita ini hindu bali ini ya bisa di bilang ortodoks lah. Anggap itu saya bilang mohon maaf pribadi saya bilang begitu karena apa hindu itu desa mewecara setiap daerah setiap lingkungan dan setiap wilayah lain-lain sama juga seperti hindu yang lainnya, hindu Jawa hindu sumatra hindu apa itu yang penting budayanya tetap lestarika.
 
Ayo kita bangkitkan karena kita di Indonesia ini lumayan kita saudara -saudara kita daripada kita ribut-ribut di sini nanti biar kita tidak di tekan di Kabupaten lain atau provinsi lain ayo kita jaga daerah bali.
 
“Kalau bisa kita jalankan semuanya di arahkan jangan di paksa karena agama ini susah sekali agama hindu itu ada tiga poin niste made utama nisterin niste utamanya utama ada mari kita jalankan kalau kita kaya kita aturkan pisang sebesar satu tandan itu kalau kita tidak punya satu juri atau di iris-iris juga bisa. Itu fleksibel agama itu. Kalau bisa ayo kita sama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama. “Jelas. AA Ngurah Angung.
 
“Kalau masalah pesan dauh tukad dangin tukad sebenarnya tidak ada. Kita aja biasa itu, masalah dauh tukad dangin tukad istilah saja. Ini NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia kita cinta damai kok, tidak bisa membedakan bedakan sekarang apalagi orang bali di bilang resah hidup nya, salahnya orang bali karena apa harus kerja kita kalau tidak kerja kita tidak makan, saudara-saudara kita yang datang ke bali itu dia tidak membawa apa-apa dia kan bekerja di sini kalau tidak bekerja apa yang di makan tidak bisa itu intinya. “Ungkap. AA Ngurah Angung.
 
Sehingga, Iketut Gede Sudi Asna Sebagia Pemangku Pura Maouspahit Mengucapkan, AA Ngurah Angung. Semoga selamat sampai tujuan apa yang di cita-citakan tercapai, Rahayu, Rahayu, Rahayu.(tim).