Qi Ferro akan garap Film “Amukti Palapa” Mahakarya Sejarah Masa Kebesaran Kejayaan Nusantara


_IMG_000000_000000

Keterangan foto; Prof. DR. Djuyoto Suntani, President World Peace Committee 202 Negara (Dewan Penasehat).
 
 
 
Deteksipost.com – Sejarah masa kebesaran dan kejayaan Nusantara di era Majapahit akan segera diangkat ke layar lebar.  Film yang sangat sakral tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak. Direncanakan film layar lebar ini akan digarap bang ferro tahun 2020, tetapi karena pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia maka penggarapan ini juga ditunda.
 
“Film dengan judul “Amukti Palapa” ini merupakan film layar lebar mega kolosal cerita pada abad 13 dan 14 mengenai kebesaran Majapahit dan masa kejayaan nusantara yang sudah terkenal di mancanegara dan dunia internasional,” ungkap bang Ferro dalam percakapannya dengan awak media detikspot.net (03/Sept/2020) di Bali, dalam kesempatan ini kami awak media detikspot juga sudah melihat apa-apa yang sedang dipersipakan bang ferro sebagai Produser.
 
“Film ini saya persembahkan untuk bangsa tercinta serta sebagai penghargaan yang tak ternilai kepada para leluhur bangsa ini yang hebat luar biasa,” ucap Qi ferro.
 
Film ini akan melibatkan ribuan orang pemain dan rencananya juga akan melibatkan ratusan anggota polisi dan tni. Biaya produksi film ini cukup besar dan mungkin yang terbesar dalam sejarah perfilman di tanah air.
 
“Tujuannya adalah  untuk mengangkat kembali sejarah masa kebesaran kejayaan nusantara di era Majapahit yang diharapkan akan menjadi cermin bagi kita seluruh anak bangsa sebagai generasi penerus, dan juga sebagai cermin bagi para pemimpin bangsa ini, dimana bila kita melihat situasi dan kondisi bangsa saat ini sungguh miris dan ironis, persatuan yang terjalin erat dalam kebhinekaan selama ini kini sudah tercabik-cabik” ucapnya lirih
 
IMG_20200903_175226075
Keterangan foto; Qi Ferro akan garap Film “Amukti Palapa” Mahakarya Sejarah Masa Kebesaran Kejayaan Nusantara.
 
 
Qi Ferro mengatakan, besarnya biaya produksi film mega kolosal ini karena bangunan Set Keraton Kerajaan Majapahit yang akan dibangun untuk syuting dipersiapkan semegah mungkin dan mendekati aslinya begitu juga aksesoris, properti dan pernak-pernik lain yang sebagian ada yang dibuat dari bahan metal atau tembaga. Belum lagi ratusan kuda, belasan ekor gajah dan satwa lainnya yang menjadi pendukung.
 
Qi ferro yang menjadi produser mengatakan, proses persiapan film layar lebar mega kolosal ini cukup lama mengikuti proses alam. Hal itu mengingat garapan ini sebuah fakta sejarah yang tidak boleh gegabah mempersiapkannya, butuh ketelitian, kesabaran tingkat tinggi, ketulusan, keikhlasan tanpa pamrih, butuh kebersihan hati, kejernihan pikiran, jiwa dan tidak bisa mengikuti nafsu, ambisi serta emosional.
 
“Kesakralan film ini juga berkaitan erat dengan semua peristiwa yang terjadi di nusantara saat ini juga dunia. sehingga segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang, saya mempersiapkan semua ini mengikuti petunjuk yang menuntun sesuai aturan tatanan leluhur yang tidak boleh dilanggar,” jelas bang Ferro yang lebih dikenal dengan sebutan Qi Ferro.
 
kapan diadakan acara  launching film ini? ”Rencana launching  akan diadakan di pulau Dewata Bali pada tahun 2021 ini, direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI dan President World Peace Committee yang mana dalam acara launching juga akan mengundang Raja Sultan nusantara dan internasional, gubernur, duta besar dalam dan luar negeri, tokoh adat budaya dan lain-lainnya. Diharapkan film ini nantinya akan menjadi sebuah tuntunan juga sebagai tontonan yang menarik yang mengandung banyak filosofi,” ujar  Qi Ferro.
 
Perihal film layar lebar mahakarya epik sejarah kebesaran masa kejayaan Nusantara ini menurut bang Ferro mendapat respon dan dukungan sangat luar biasa dari berbagai kalangan dan pihak-pihak yang sudah dikenal kiprahnya baik di nasional maupun internasional seperti, Prof. DR. Djuyoto Suntani  President the World Peace Committee 202 negara. dan untuk kelancaran penggarapan dalam film ini juga melibatkan para tokoh spiritual nusantara.
 
“Penggarapan syuting fim ini diperkirakan akan menghabiskan waktu 7 bulan, yang cukup memakan waktu adalah persiapan dan pembangunan set builder keraton majapahit,” ucap bang Ferro.
 
Qi Ferro menjelaskan, dengan berbagai pertimbangan maka pembangunan Set Builder Keraton Kerajaan Majapahit  untuk syuting akan dibangun di Solo (mataram) dan di Pulau Dewata Bali. Bangunan set keraton yang dibangun sebagai tempat syuting ini sekaligus nanti bisa dijadikan sebagai tempat wisata budaya dan edukasi yang tentunya akan menambah daya tarik luar biasa bagi wisatawan lokal, nasional dan mancanegara yang ingin berwisata.
 
“Lokasi syuting antara lain, Gunung Bromo, Madakaripura, singosari (malang), Bali, Solo, Gunung Pawitra (pusdik bhayangkara}, Pagaruyung berkaitan dengan Adityawarman (Sumbar) dan Tiongkok,” tambahnya.
 
Dijelaskan juga, film yang berjudul “Amukti Palapa” ini akan dibuat dalam lima bahasa yaitu, Indonesia, Inggeris, China, Jawa dan India yang nantinya direncanakan akan ditayangkan serentak seluruh di bioskop-bioskop nasional dan juga akan diputar di bioskop-bioskop di negara asia serta internasional.
 
Beberapa aktor dan aktris terbaik nasional akan dilibatkan dalam mendukung produksi film ini termasuk beberapa artis mancanegara yang sudah mendunia, juga, direncanakan melibatkan sutradara film kolosal terbaik dari tiongkok dan special effect yang sudah terkenal hasil karyanya di kancah film internasional.
 
“Sebagai anak bangsa generasi penerus, kita perlu mengetahui bahwa Gajah Mada sebagai bhayangkara sejati memiliki kekuatan intelektual, spiritual, metafhisik dan filsafat yang sangat tinggi bagi bangsa ini. Sebagai konseptor terhadap negara kedaulatan yang menyatukan seluruh Nusantara Raya. Gajah Mada telah menetapkan warisan kebijakan yang begitu tinggi terhadap kemajuan bangsa secara futuristik,” jelas Qi Ferro.
 
Dalam percakapannya ia mengatakan, film ini juga akan mengungkapkan  kehebatan gugus armada maritim majapahit dengan kapal-kapalnya yang besar dengan gagah menjaga seluruh wilayah Nusantara. Gugus armada laut ini di bagi dalam lima 5 wilayah perairan dipimpin oleh seorang laksamana.
 
Saat itu laut cina selatan sebagai jalur lintas strategis dijaga dijaga ketat oleh armada maritim majapahit yang melindungi seluruh kapal-kapal dagang nusantara dibawah naungannya yang melewati perairan selat malaka.
 
Pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit di abad XIII di masa Hayam Wuruk, disebutkan  ada dua tokoh militrer jenius, yaitu Mahapatih Gajahmada dan Laksmana Mpu Nala. Laksamana Mpu Nala sebagai panglima angkatan laut Majapahit menempatkan puluhan kapal perang untuk menjaga 5 titik penting perairan nusantara.
 
Kebesaran kejayaan nusantara juga tidak terlepas dari peran besar tokoh Adityawarman ahli diplomasi yang selalu mendampingi gajah mada dan juga berkat peran besar seorang tokoh sakti yang bernama kebo iwo seorang kesatria sejati yang berjiwa besar yang memiliki ilmu tinggi diatas gajah mada.
 
“Mudah-mudahan film ini akan menjadi sebuah mahakarya sejarah yang monumental yang nantinya akan diputar setiap tahun agar generasi muda kembali ke jati diri bangsa dan tidak melupakan sejarah bangsanya yang luar biasa hebat dahsyat dan pernah menjadi negara super power di dunia yang disegani pada masanya,” harapnya.
 
“Dengan kehadiran film ini diharapkan menggugah semangat generasi muda untuk mencintai sejarah bangsanya dan membangkitkan serta menggugah kesadaran anak bangsa untuk kembali menggemakan semangat bersatu, membangkitkan jiwa-jiwa kesatria bangsa sebagai putra putri Bumi Pertiwi yang terlahir sebagai bangsa pejuang yang cerdas dan tangguh yang memiliki peradaban tinggi serta sebagai bangsa yang berdaulat di tanah air sendiri ditanah tumpah darah kita tempat kita dilahirkan dibesarkan dibumi pertiwi tercinta yang kaya raya ini. Ingatlah itu..!,” pesan Qi Ferro kepada generasi muda
 
Tanpa sejarah leluhur kita ini bukan siapa-siapa. “Mari kita bangkit bersatu dalam kebersamaan yang tulus dan cinta kasih serta damai dalam kebhinekaan dibawah naungan panji merah putih dan bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa. Bersama kita menjaga, melestarikan adat, tradisi dan budaya leluhur nusantara yang kaya dengan keberagaman,” ajak Qi Ferro penuh semangat sambil sedikit bercerita.
 
Sambil berucap ‘Salam Nusantara bangkit bersatu’ ia mengatakan, “Sudah tiba saatnya bangsa ini bangkit kembali sebagai bangsa yang besar disegani di dunia. kembali ke Tatanan leluhur Nusantara,” pungkasnya.(TIM).