PHO Seharusnya Sudah Dilakukan Jumat, 21 Desember 2018, Tapi Masih Belum Kelar, Soal K3) Seperti Diabaikan


_IMG_000000_000000

“Keterangan Foto; Provisional Hand Over (PHO) Seharusnya Sudah dilakukan Jumat, 21 Desember 2018. Namun di detik akhir pekerja masih berusaha merampungkan bangunan terutama penyelesaian finishing.
 
 
DETEKSIPOST.COM – DENPASAR – BALI, Pengerjaan proyek Pasar Badung tahap kedua mengalami keterlambatan. Provisional Hand Over (PHO) seharusnya sudah dilakukan pada Jumat, 21 Desember 2018. Namun di detik terakhir, pekerja masih berusaha merampungkan bangunan terutama penyelesaian finishing.
 
Sca foulding masing terpasang di areal bangunan muka Pasar Badung. Pekerja juga terlihat ‘berjibaku’ mencoba memberikan sentuhan akhir agar tuntas 100 persen.
 
Dikonfirmasi melalui telepon, Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Humas dan Protokol Pemkot Denpasar I Wayan Hendaryana menjelaskan, sisa pekerjaan tinggal 0,4 persen.
 
“Item itu seperti pembersihan dan ada perbaikan kecil, servis sedikit-sedikit,” jelas Wayan Hendaryana melalui sambungan telepon, Jumat, 21 Desember 2018.
 
_IMG_000000_000000#Keterangan Foto; seharusnya Jumat (21/12/2018) Sudah dilakukan Upacara Melaspas. Namun karena Pekerjaan Belum Juga Kelar.
 
Hendar menambahkan, seharusnya Jumat (21/12/2018) sudah dilakukan upacara Melaspas. Namun karena pekerjaan belum juga kelar, maka Melaspas terpaksa harus ditunda sampai Sabtu, 22 Desember 2018.
 
“Batas akhir pekerjaan hari ini (21/12/2018) semalam-malamnya. Kalau perlu bisa selesai malam ini,” jelas Wayan Hendaryana.
 
Soal resiko pinalti jika rekanan tak bisa menyelesaikan, kata Hendar, sudah jadi resiko rekanan dalam hal ini PT Nindya Karya.
 
Pinalti dihitung sepermil atau 1/1000 dari nilai kontrak per hari. Dari nilai kontrak tahap kedua pasar Badung ini, diperkirakan PT Nindya Karya akan terkena pinalti Rp 61 juta per hari.
 
Sementara di lokasi proyek, pekerja seperti mengabaikan keselamatan dengan bekerja di ketinggian tanpa mengenakan safety harness maupun helem proyek. Beberapa pekerja juga terlihat sambil merokok.
 
Soal peraturan keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seperti tidak jadi prinsip aturan bekerja di proyek itu. Dikonfirmasi tentang hal ini, Hendar mengatakan, pihaknya selalu menghimbau untuk menerapkan aturan K3.
 
“Kita sudah lakukan himbauan dan pasti dari rekanan juga melakukan himbauan yang sama,” jelasnya.(TIM).