
BALI – DETEKSIPOST.COM – Cuaca ekstrem yang memicu curah hujan tinggi hari ini mengakibatkan kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta, terendam banjir cukup dalam. Menanggapi kondisi kritis tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Personel Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi berskala besar. Selasa (24/2/2026)
Aksi penyelamatan ini dipimpin langsung oleh AKP Ketut Gambar Teyasa dari Ditpolairud Polda Bali, berkoordinasi erat dengan tim lapangan Basarnas. Fokus utama operasi adalah mengevakuasi warga masyarakat serta sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang terjebak di dalam akomodasi wisata dan ruko.
Dengan menggunakan beberapa unit rubber boat, tim gabungan menyisir titik-titik genangan air yang tinggi untuk menjemput warga yang terisolasi. Sinergi antara kepolisian dan tim penyelamat nasional ini memastikan mobilitas evakuasi tetap efisien meski di tengah cuaca buruk.
“Kolaborasi antara Ditpolairud dan Basarnas hari ini sangat krusial. Kami saling berbagi peran di lapangan agar proses pemindahan warga dan wisatawan dari lokasi banjir ke titik aman bisa dilakukan secepat mungkin,” jelas AKP Ketut Gambar Teyasa.
Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi tersebut dilaporkan berjalan aman dan lancar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan tim gabungan tetap bersiaga di posko terdekat guna memantau perkembangan situasi di lapangan.(Tim)
TERKAIT
Polsek Nusa Penida Bersama TNI dan Basarnas Berhasil Evakuasi WNA yang Terseret Arus di Pantai Atuh
Jenazah Korban Tenggelam di Perairan Nusa Penida Berhasil Ditemukan dan Dievakuasi.
Wujud Kepedulian Polda Bali Kirim Personil SAR Brimob Dan Ransus Dapur Lapangan Ke NTT
Polsek Nusa Penida Bersama TNI dan Basarnas Berhasil Evakuasi WNA yang Terseret Arus di Pantai Atuh Nusa Penida – Polsek Nusa Penida bersama tim gabungan dari TNI dan Basarnas berhasil mengevakuasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis yang sempat terseret arus laut saat berenang di Pantai Atuh, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, (1/6). Korban diketahui bernama Papa Frederic Laurent Daniel (48). Berdasarkan keterangan salah satu saksi, korban awalnya terlihat berenang dari tepi pantai menuju tengah laut. Namun karena kondisi ombak yang cukup besar, korban kesulitan untuk kembali ke pinggir pantai. Dalam upaya menyelamatkan diri, korban akhirnya berenang ke arah tebing dan berhasil naik ke atas batu di bawah tebing Pantai Atuh. Kejadian ini segera dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Tim SAR gabungan untuk melaksanakan proses evakuasi. Tim tiba di lokasi kejadian. Namun, kondisi ombak yang tinggi menghalangi upaya evakuasi melalui laut, karena speed boat Tim Basarnas tidak dapat merapat ke titik lokasi korban. Setelah melakukan analisa situasi dan mempertimbangkan keselamatan seluruh tim, diputuskan bahwa evakuasi dilakukan melalui jalur darat. Tim gabungan berhasil menjangkau korban dan mengevakuasinya dalam kondisi selamat. Evakuasi berjalan dengan lancar dan korban langsung diberikan pertolongan awal oleh tim medis serta dievakuasi ke tempat aman. Kapolsek Nusa Penida AKBP Ida Bagus Putra Sumerta, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. “Kami dari Polsek Nusa Penida berterima kasih atas sinergi dan respons cepat dari seluruh tim gabungan, termasuk Basarnas dan TNI. Keberhasilan evakuasi ini adalah bukti bahwa kerja sama lintas instansi sangat penting dalam penanganan kejadian darurat, khususnya di wilayah rawan seperti kawasan pantai dan tebing,” tegasnya. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut, khususnya di area dengan ombak besar dan kondisi geografis yang ekstrem.
Subsatgas Brimob Laksanakan Patroli Dialogis, Situasi Tetap Aman.
Polres Klungkung Kawal Pengiriman Vaksin Covid-19 Ke wilayah Nusa Penida