Wakapolda Bali Hadiri Pertemuan Strategis Colombo Plan 2026, Perkuat Sinergi Regional Lawan Narkoba


BALI – DETEKSIPOST.COM – Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., menghadiri pembukaan delegasi tingkat tinggi dalam acara *The Colombo Plan Drug Advisory Programme (DAP) National Secretariats Meeting 2026* yang diselenggarakan di Discovery Kartika Plaza Badung, Bali, pada Selasa (28/4/2026).
 
Pertemuan tahunan bergengsi ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komjen Pol. Dr. (H.C) Suyudi Ario Seto, S.I.K.,S.H.,M.Si., dengan mengusung tema strategis: **“Enhancing Regional Cooperation for Effective and Inclusive Drug Use Responses.”**
 
Tantangan peredaran gelap narkotika saat ini telah melampaui batas-batas negara melalui jaringan sindikat internasional yang semakin canggih. Oleh karena itu, kerja sama lintas batas yang inklusif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
 
“Polda Bali berkomitmen penuh dalam mendukung penguatan kerja sama regional ini. Kami menyadari bahwa penanganan narkoba tidak bisa dilakukan hanya dengan pendekatan penegakan hukum semata, tetapi harus menyentuh sisi rehabilitasi dan pencegahan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wakapolda di sela-sela kegiatan.
 
Pertemuan Sekretariat Nasional Colombo Plan 2026 ini menyoroti tiga pilar utama dalam menghadapi ancaman narkoba di kawasan Asia-Pasifik dengan Sinergi Penegakan Hukum Pertukaran data dan informasi intelijen yang lebih cepat antar-negara anggota, Memastikan program pemulihan dan rehabilitasi dapat diakses oleh semua kelompok, tanpa stigma.
 
Pelatihan bersama bagi personel lapangan dalam mendeteksi jenis narkotika sintetis baru yang kian marak.
**Komitmen Global dari Pulau Dewata**
Terpilihnya Bali sebagai tuan rumah menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, khususnya Polri, dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang menjadi destinasi pariwisata dunia.
 
Melalui forum ini, delegasi dari berbagai negara anggota Colombo Plan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret untuk menekan angka penggunaan narkoba secara global.
 
Acara yang berlangsung selama beberapa hari ke depan ini turut dihadiri oleh Direktur *Colombo Plan Drug Advisory Programme*, perwakilan BNN RI, serta pejabat utama Polda Bali lainnya. Diharapkan, hasil dari pertemuan ini mampu menciptakan formula baru dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba yang lebih efektif dan humanis.
 
Colombo Plan adalah organisasi antar-pemerintah yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama selatan-selatan, di mana Drug Advisory Programme (DAP) merupakan salah satu pilar tertuanya dalam mengadvokasi pengurangan permintaan dan pasokan narkoba di kawasan.(Tim)