Kelulusan SMP PGRI 2 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017 Seratus Persen


DETEKSIPOST.COM – Kelulusan tahun pelajaran 2016/2017 di SMP PGRI 2 Denpasar mencapai 100 persen. Jumlah total siswa yang mengikuti UN di sekolah itu sebanyak 564 orang.
 
Dengan jumlah siswa yang selalu gemuk, tak menyurutkan sekolah untuk mengumumkan kelulusan secara bersurat ke alamat setiap siswa. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, I Gede Wenten Aryasuda mengatakan, pola pengumuman seperti itu sudah dilakukan sejak 7 tahun lalu.
 
“Ini cara yang paling aman untuk siswa sendiri, orangtua, sekolah maupun masyarakat. Dengan begitu eforia di jalan dan bahayanya bisa kita minimalkan,” ujar Gede Wenten Aryasuda, Jumat, 2 Juni 2017.
 
Dengan menerapkan pengumuman kelulusan secara bersurat, akhirnya pola yang sama banyak diadopsi oleh sekolah lain. Dari pantauan media online deteksiPost.com, pengumuman kelulusan tingkat SMP di Bali tidak tampak ‘merepotkan’ pengguna jalan raya.
 
“Itu yang kita harapkan. Suasana tetap tenang dan nyaman, termasuk di jalan raya. Siswa tinggal menunggu saja mendapatkan surat pengumuman kelulusan,” tambah Aryasuda.
 
Lebih lanjut dengan cara ini untuk menghindari corat-coret, atau kompoi kendaraan di jalan, seperti SMA/SMK, bulan lalu.”ucap I Gede Wenten.
 
“Dengan cara ini tujuannya agar tidak terjadi kecelakaan terhadap siswa atau pengendara lain di jalan umum.”ujarnya.
 
Selain itu SMP PGRI 2 Denpasar menjadi salah satu sekolah dengan peminat cukup banyak dari tahun ke tahun. Dengan jumlah siswa mencapai ribuan orang, sekolah yang berakronim Grisda ini, sejak empat tahun lalu menyelenggarakan satu sesi proses belajar mengajar.
 
“Penambahan ruang belajar hingga empat lantai ini memungkinkan semua siswa tertampung dalam satu proses pembelajaran. “ujar I Gede Wenten.
 
Dengan demikian, ketika penerapan 8 jam mengajar atau 5 hari proses belajar diterapkan, Gede Wenten Aryasuda menyatakan kesiapannya mengikuti aturan tersebut.
 
“Kalau itu (aturan) diterapkan tahun ini, kami pun sudah siap. Sejak 4 tahun lalu disini tidak lagi menerapkan sekolah pagi-sore. Tapi hanya satu proses belajar, pagi saja,” ucap Aryasuda.(Team Media deteksiPost.com).






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *