
DETEKSIPOST.COM – Yayasan Hockey Indonesia (YHI) kembali menggelar perhelatan hockey internasional Bali Hockey Festival (BHF) 2018 di Lapangan Banteng, Seminyak, Bali pada 22-23 September 2018.
Ketua YHI, Iwan Barata menyatakan gelaran BHF yang ke-lima kalinya ini merupakan bentuk keseriusan panitia guna mempopulerkan olahraga hockey kepada masyarakat. Salah satu caranya dengan mengundang tim-tim asing untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Tahun ini ada tim baru dari Thailand dan Srilanka,” ujar Iwan di Seminyak, Bali, Jumat (28/9).
Saat gelaran tahun sebelumnya, ada 24 tim dari Malaysia, Singapura, Hongkong, Brunei Darussalam dan Indonesia. Pada BHF 2018 ini ada 26 tim yang berpartisipasi dan terbagi ke dalam tiga kategori, masing-masing open men (19 tim), open women (3 tim), dan eksebisi untuk veteran (4 tim).
Panitia menggunakan sistem setengah kompetisi dan membuka peluang bagi setiap tim untuk bersaing dalam tiga divisi. Masing-masing, Cup Division, Plate Division, dan Bowl Division. Pembagian divisi ini memungkinkan tim yang sama kuat bersaing dalam satu kompetisi.
“Juara pada Cup Division, putra dan putri akan dicatatkan dalam Rudolf Moal Shield. Ini penghargaan kepada salah satu pendiri yayasan yang selama hidupnya sangat mendukung kegiatan kami,” terang Iwan.
Kegiatan serupa BHF diselenggarakan juga di negara-negara tetangga seperti Singapore Cricket Club, Hong Kong Faster, Vietnam Festival dan Malaysia. Setiap negara menggabungkan kegiatan olahraga hockey dengan konsep pariwisata. Cara ini dapat menarik animo pecinta olahraga hockey untuk bermain dengan tim-tim baru di luar negeri. “Ada yang masih aktif sebagai pemain hockey atau veteran,” tambah Iwan.
Pada gelaran Asian Games ke-18 yang baru berlalu, tim Malaysia berhasil masuk ke final dan bertemu dengan tim Jepang. Fakta tersebut secara tidak langsung memperlihatkan hockey merupakan olahraga tim yang memungkinkan tim asal Asia Tenggara mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Guna mencapai ke arah itu, sosialiasi soal olahraga hockey perlu terus dilakukan.
“Biar makin populer di masyarakat. Meski acara kami sifatnya festival namun pemain-pemain lokal dan orang awam bisa melihat dan belajar dari pemain asing yang lebih berpengalaman,” papar Iwan.
Guna mempopulerkan olahraga yang menggunakan stick bengkok ini, YHI juga menggelar Ampera Cup di wilayah Sumatera, khususnya, Palembang pada 2015, 2016, dan 2017. Sementara di wilayah Jawa ada Bandung Hockey Festival yang digelar pada 2018 lalu.
Yayasan Hockey Indonesia adalah wadah para pecinta hockey yang turut serta membangun dan mengembangkan olahraga hockey di Indonesia. Dalam kegiatannya, lembaga independen ini tetap berkoordinasi dengan pengurus pusat hockey.
Sejak pendiriannya pada tahun 2015, Yayasan Hockey Indonesia sudah menggelar kompetisi tahunan Bali Hockey Festival, mendukung penyelenggaraan Ampera Cup di Palembang, dan turut memberikan bantuan serta penyuluhan olahraga hockey di sekolah-sekolah.
Para pengurus dan pegiat YHI merupakan para alumni hoki perguruan tinggi yang ada di Indonesia seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Trisakti, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Galuh, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Katolik Parahyangan, serta Institut Sains dan Teknologi Nasional.(TIM)





