
DETEKSIPOST.COM – DENPASAR – BALI, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose melaksanakan tatap muka dengan civitas akademika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam rangka seminar wawasan kebangsaan “Memperkokoh Nasionalisme sebagai Upaya Pencegahan Paham Radikalisme, Hoax dan Firehose of Falsehood”, Senin (4/3).
Kegiatan yang digelar di Auditorium Undiksha ini dihadiri Rektor Undiksha, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., Pejabat Utama Polda Bali, Kapolres Buleleng, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan serta 2.140 orang mahasiswa Undiksha dari berbagai jurusan.
Acara yang dimulai pukul 11.30 Wita ini diawali dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa, kemudian ditirukan oleh seluruh mahasiswa yang hadir. Isi deklarasi tersebut bahwa civitas akademika Undiksha Singaraja menentang berita hoax dan ujaran kebencian, mendukung Pemilu yang aman dan damai 2019, persatuan dan kesatuan NKRI harga mati.
Rektor Undiksa Singaraja, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena memiliki beranekaragam peradaban bangsa yang lebih dikenal sebagai peradaban nusantara, salah satunya adalah ideologi pancasila.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah mempertahankan idioligi negara Indonesia. Dengan munculnya berita-berita hoax dan paham radikalisme akan berdampak pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Mari kita dukung pihak kepolisian untuk membantu menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Kami mengajak seluruh mahasiswa Undiksha untuk tetap menjaga NKRI harga mati. Pancasila adalah idiologi kita dan mari kita dengarkan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolda Bali pada acara seminar ini, untuk bisa memperluas idiologi kita. Semoga mahasiswa Undiksha tidak ada yang menyebarkan brita hoax dan ikut dalam paham radikalisme,” kata Rektor Undiksha saat membuka acara seminar.
Kemudian dalam seminar tersebut, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengajak para mahasiswa untuk menghadapi persoalan radikalisme, hoax dan firehose of falsehood dengan mempertinggi rasa nasionalisme. Para generasi penerus harus diberikan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme demi keutuhan dan tegaknya NKRI.
“Seminar kebangsaan ini bertujuan untuk bersama-sama menguatkan cinta kebangsaan untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Kapolda Bali.
Selanjutnya jenderal bintang dua di pundak ini menjelaskan tentang situasi nasional yang sedang dihadapi Indonesia. Mulai dari ujaran kebencian, firehose of falsehood di media sosial terkait pesta demokrasi tahun 2019, intoleransi umat beragama, perkembangan radikalisme dan terorisme hingga naiknya suhu politik menjelang pesta demokrasi tahun 2019.
Menurut Kapolda, radikalisme merupakan bahan dasar terorisme. Untuk itu mahasiswa harus melakukan langkah-langkah kontra radikalisme sehingga paham radikalisme dan terorisme bisa dieliminasi.
“Ujaran kebencian, hoax dan firehose of falsehood akan menuntun kita kepada perpecahan apabila tidak disikapi dengan benar, sebab firehose of falsehood dapat memberikan informasi yang akan membawa kita pada perpecahan bangsa sehingga kita akan saling membenci,” kata jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini.
“Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh propaganda firehose of falsehood dalam situasi politik terkini,” sambung Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.
Tidak hanya itu, Kapolda juga menyatakan dengan tegas akan menindak premanisme dan peredaran narkoba di Bali karena sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu, Kapolda meminta mahasiswa harus turut serta menutup ruang gerak premanisme dan narkoba di Bali.(Humas Polda Bali).





