
#Keterangan foto; Pengusaha Kawasan wisata DR.I Ketut Mardjana,dan Ayu Saraswati CEO,Juga Wakil Bupati Bangli Berserta jajarannya.
DETEKSIPOST.COM – KINTAMANI – BALI Saat Launching Toya Devasya Watersports dibarengi dengan perayaan hari jadi Toya Devasya yang sudah menginjak usak 17 tahun, di Desa Toya Bungkah, Kintamani, Bangli, Sabtu (20/7/2019).
Sebelumnya, berbagai kegiatan digelar seperti aksi sosial dengan penyaluran coorporate social responsible (CSR) ke sejumlah desa di kawasan kaki Gunung Batur.
Keseruan bermain wahana permainan air bukan hanya bisa dilakukan di laut seperti yang banyak terdapat di Tanjung Benoa. Namun kini wahana yang sama juga bisa dinikmati di Danau Batur yang memiliki panorama pegunungan.
Sehingga sebut saja, flying fox, flying fish, banana boat, donut, jetski hingga jetovator juga ditemukan di wahana rekreasi air Toya Devasya yang berada di Desa Toya Bungkah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli itu.
Seperti diketahui, Danau Batur berada di Geopark Batur di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Disitu, pengusaha kawasan wisata I Ketut Mardjana, melirik pasar Watersports yang memanfaatkan perairan Danau Batur.
Dan untuk saat ini, Toya Devasya Watersports menjadi satu-satunya wahana olahraga air yang dimiliki Kabupaten Bangli.
“Kami berharap dengan adanya wahana baru, tingkat kunjungan wisatawan ke Bangli, khususnya Kintamani semakin bertambah. Dan dalam beberapa tahun terakhir memang terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke Kintamani,” jelas DR. i Ketut Mardjana.
Selain itu Toya Devasya selama ini menjadi andalan kepariwisataan di wilayah Kintamani selain panorama pegunungan Batur dan danau Batur, serta Desa Trunyan. 9 buah kolam renang yang berada di Toya Devasya merupakan kolam air hangat yang memanfaatkan sumber mata air belerang yang terbentuk dari lereng Gunung Batur.
Tidak itu saja, pengelola disana juga menyediakan kelengkapan pendukung seperti persewaan tenda, restoran dan tentunya, pemandangan yang langsung menghadap ke danau terbesar di Bali itu.
“Dukungan infrastruktur jalan di Kintamani ini juga sudah baik. Kami berharap ketersediaan infrastruktur yang ada di Bangli ini membuat kunjungan wisatawan ke Geopark Batur semakin bertambah,” jelas I Ketut Mardjana.
DR.I Ketut Mardjana menambahkan, kunjungan terbanyak wisatawan ke kawasan taman pegunungan Batur didominasi oleh turis asal Tiongkok.
“Namun dalam faktanya, menurut I Ketut Mardjana, wisatawan asal Eropa juga sangat tertarik dengan wisata pegunungan itu.”ujarnya.
“In fact, turis asal Eropa, Amerika dan Australia juga banyak berkunjung kemari, namun memang China mendominasi sekitar 60 persen,” jelasnya.(TIM).





