
Deteksipost.com – Tim Media Online Liputan terkait Metode pilah cacah dan olah sampah oleh, Dr Ir I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa,MT Dr I Gusti Agung AIit Suryawati, SSos,MSi Ir Ni M Dwidiani, MASc Prof Dr Tjok Tirta Nindhia, ST,MT mengatakan Sampah merupakan material terutama berbentuk padatan, berasal dari berbagai material yang beragam karaktenya, utamanya ada organik dan anorganik, ada yang biasa dan ada yang BB, serta ada yang berasal dari domestiK dan ada yang olahan pabrik, di Puri Gerenceng Pemecutan Bali. Senin.(31/8).
Menurut I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa,Sampah merupakan material yang tidak diperIukan lagi oieh pemiliknya atau sisa produksi dan konsumsi atau pemakaiaan kemudian dibuang (dengan harapan ada pihak lain yang menanganinya atau memilikinya).
Selain itu Kenyataannya, sampah jadi masalah, masalah besar bagi semua warga kota. Bagi pemiliknya, material ini tidak punya nilai ekonomis atau punya nilai ekonomis sangat kecil.
Dikatakan I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa, Jadi kata kuncinya, sampah adalah kumpulan material yang tidak dibutuhkan lagi oleh pemiliknya ada dua hal yang pokok tentang sampah, yaitu jenis sampah dan volume sampah, jenis sampah secara umum ada dua macam, yaitu sampah organic, terdiri dari material yang berasal dari mahluk hidup seperti kotoran hewan dan potongan daun, dan sampah anorganik, bahannya dari sisa-sisa olahan benda anorganik seperti plastic, logam dan keramik.

Kemudian volume sampah, adalah jumlah sampah dalam satuan volume ( m3), yaitu luas permukaan yang ditutupi sampah dikalikan tinggi tumpukan sampah. Dua hal ini sering dibicarakan ketika masalah sampah dibahas, dan dicarikan solusi untuk mengatasinya.”Ungkap. I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa.
Salah satu cara yang efektif dalam mengatasi masalah sampah di kota adalah membangun paradigma sampah adalah uang atau emas, atau sampah adalah barang yang bernilai ekonomis tinggi, atau masalah berubah menjadi berkah. Bagaimana sampah justru jadi kebutuhan, Bagaimana merubah sampah menjadi emas, Jawabannya sama.
Sedangkan Sampah di Wilayah Kota Denpasar Semua Volume sampah di Kota Denpasar sekitar 600-800 ton/hari /radarbali. Jawapos./read/2019/12/26), dan kalau ada hari raya seperti Galungan dan Kuningan, dan jika ada festival besar, maka akan naik sekitar 40 96 dari volume normal. Sebagai besar sampah berasal darl kegiatan domestic dan pasar, jadi sebagian besar adalah jenis sampah organic.”pungkasnya.
Selain itu, Umumnya penanganan sampah dl kota besar adalah dengan menggunakan peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan peran swasta lewat Bank Sampah. Bank Sampah Iebih berperan pada zone hum produksi sampah yaitu di Banjar atau perumahan, dan DLHK lebih berperan pada zone hilir produksi sampah yaitu pada TPS dan TPA.
Kedua piha’r sudah cukup keras bekeria namaun karena volume sampah demikian besar dan meningkat terus. maka hasil keria dirasakan belum aptimal, inl terlihat masih menumpuknya sampah pada TPS, apalagi pada TPA. Masalah sampah adalah masalah ‘Bom Waktu”, jika tidak diatasi maka pada saatnya sampah yang menumpuk di TPA akan terbakar dan meledak( karena kandungan gas metan yang tinggi).
Sehingga, Jika dibandingkan dengan kota besar Iain, Kota Denpasar sebenamya teIah menerapkan cara 4R, dengan REUSE, gunakan kembaii, REDUCE, kurangi konsumsi, RECYCLE, daur ulang atau olah Iagi, dan REPlACE, gantikan dengan bahan yang natural, dengan hasll yang masih rendah,
Sementara, yang belum adalah cara hancurkan dan bakar dengan INSENERATOR, dimana panas pembakaran jadi pemanas ketel uap pengerak turbin generator listrik dan abu sisa pembakaran dijadikan bahan konstruksi struktur, yang macam ini retative mahal investasinya dan butuh keahlian tinggi. Apakah ada cara Iain yang moderat, maksudnya biaya sedang dan hasil yang cukup optimal, Kiranya cara di atas, yaitu mbah paradigmal.
Paradigma atau cara pandang sampah adalah emas berdasar pada prinsip slrkulasl atau slklus atau daur atau llngkaran proses, suatu prinslp yang berbasis pada siklus alami komponen kehldupan dl buml, sepertl siklus air, siklus waktu, sik|us musim dan sebagainya.
Sementara, Gerak siklus adalah gerak utama kehidupan. gerak dari alam, dimana akibat dari siklus ini adalah terciptanya keseimbangan dan keharmonisan. Prinsip sikulasi dalam penanganan sampah.” Ucap. iGusti Ngurah Nitya Santhiarsa, (Tim).





