Bertajuk “Rwa Bhineda”


BALI – DETEKSIPOST.COM – Kantor Berita ANTARA melalui Galen Foto Jurnalistik Artara, redaksi Foto kantor berita ANTARa, dan ANTARA Biro Bali menyelergarakan pameran foto jurnalistik bertajuk “Rea Bhineda” yang menampilkan sejumlah Poto sebagai kilas balik, peristiwa yang terjadi di kawasan Bali – NTB-NTT selama periode tahun 2020-2021.
 
“Pameran ini menjadi salah satu medium déstribusi imforrmasi dan pemberitaan, sekaligus sebuah retrospeksi mengenai hal-hal yang terjadi khususmya di sepanjang tehun 2021 ini, ” ujar Kurator pameran. Rwa Bhineda, Ismar Patrizki di Kabupaten Badurg, Bali. Kami.(16/12/2021).
 
Pameran ‘’Rwa Bhineda’ sebelumnya telah diselenggarakan Kartor Berita ANTARA Biro Bali, pada tahun 2017, 2018, dan 2019 lalu dengan menyajikan foto-foto jurnalistik karya pewarta Foto setempat.
 
Namun, pada penyelenggaraan ‘Rwa Bhineda’ tahun 2021, cakupan wilayah pameran ptoto jurnalistik “Rwa ‘Bhineda” diperluas. Tidak hanya Bali, tapi juga mencakup wilayah NTB dan NTT.
 
Sebanyak 55 foto yang dipamerkan di pusat perbelanjean Seminyak Village, Badung pada 13 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 merupakan hasil karya 6 orang pewarta Poto, yaitu, Ahmad Subaidi (NTB), Naufal Fikri Yusuf (Bali ), Kornelis Kaha (NTT), I Nyoman Budianan (Bali) dan I Nyoman Hendra Wibowo (Bali).
 
“Pameran ini merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kiprah pewarta Poto, ANTARA di wilayah Sunda Kecil (Bali, NTB, dan NTT) dan dalam rargka memeriahkan HUT K-84, perum LKBN ANTARA,” ungkap Ismar Patrizki.
 
la menjelaskan, tajuk Rwa bhineda, dalam Bahasa Bali, bermakna dua sisi yang berlawananan. Meski bertolak belakang, kedua sisi itu justru menjaga harmoni alam semesta.
 
IMG_20211216_212856393
 
“Dua hal yang bertentangan, hitam-putih, gelap-terang, baik-buruk, siang malam, kiri-kanan, serta laki-laki perempuan, mewarnai kehidupan, membentuk sebuah keseimbangan mikrokosmos buana alit dan makrokosmos atau buana agung, “pungkasnya.
 
Menurutnya, selama hampir dua tahun terakhir, situasi dunia sedang berada di sisi gelap dari “Rwa Bhineda’. Kegelapan itu muncul karena penyebaran pandemi COVID-19. Pulau Dewata juga tak luput dari hantaman virus SARS-CoV-2 itu.
 
Perekonomian Pulau Dewata terpuruk akibat pandemi COVID-19. Sektor pariwisata yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Bali, sangat terdarpak dengan sepinya wisatawan saat pandemi melanda dunia.
 
Hingga pada 14 Oktober 2021 lalu, pemerintah memutuskan untuk mermbuia pariwisata internasional Pulau Dewata.
 
Secara perlahan, Bali kembali menggeliat meskipun hingga pertengahan bulan Desember 2021 belum ada satu pun penerbangan internasional yang membawa wesatawan mancanegara menuju Bali.
 
“Suluh yang nyaris padam itu mulai menyala lagi. Sisi terang ‘Rwa Bhineda” terihat di cahrawaia Pulau Dewata. Dan suasana gelap-terang Pulau Dewata sepanjang pandermi COVID-19 melanda ini tak luput dari refortase visual yang di beritakan para pewarta foto kantor berita ANTARA, “Ujar Ismar.
 
Ia, menambahkan foto-foto yang di sajikan dalam pameran “Rwa Bhineda,” tahun ini di cetak di atas aluminium komposite panel sehingga memunculkan kesan metal atau logam di setiap karya.
 
Menurut Ismar, logam merupakan material alam yang sifatnya keras kuat dan solid atau kokoh. Itu sebagai perlambang harapan dan doa untuk masyarakat Sunda kecil, khususnya di Pulau Dewata, agar tetap kuat dan kokoh dalam menghadapi gelombang pageblok, semoga “Rwa Bhineda” dapat lekas kembali, seimbang dan selaras, sehingga Bali dan wilayah sekitarnya bangkit.
 
Sehinga di tengah pageblok ini, pewarta foto kantor berita ANTARA juga akan terus memberikan informasi terkini termasuk mengenai ketiga wilayah yang dahulu di sebut Sunda kecil ini kepada khalayak di tanah air bahkan hingga mancanegara, “jelasnya. (tim).