
BALI – DETEKSIPOST.COM – Penjahit Layar Kapal pesiar Juli Artiningsih mengatakan Kalau untuk jahitan layar harus zig-zag dan kenapa tidak lurus di karenakan ini sudah standar internasional fungsinya agar fleksibel jadi kalau street gitu kan narik gak kencang kalau zig-zag gitu karena pas kena angin dia bergerak dan untuk kain yang digunakan layar kain yang lebih tebal, lebih kuat tapi tergantung juga dari benangnya. Di serangan Denpasar Bali. Jumat (8/3/2024).
Menurut Juli Artiningsih Karena kain tidak ada yang selebar yang layar dibutuhkan tapi kita sambung-sambung masalahnya, pas kena angin kalau benangnya tidak kuat ya pasti robek, dan material kenapa dacron dikarenakan kuat walaupun mahal.”pungkasnya.
“Dikatakan Juli Artiningsih, Kalau klien itu artinya yang punya kapal sanggup memelihara bisa tahan sampai 40 tahun.”jelasnya.
Cadangan seperti layar rusak waktu perjalanan biasanya tergantung dari kapal itu sendiri, biasanya kalau orang yang bijak mereka punya layar cadangan, tapi kalau tidak mereka berusaha memperbaiki dengan cara menjahit layar mereka sendiri pakai tangan, tapi mereka akan mencari tempat atau diturunkan untuk diperbaiki seperti disini.
Banyak juga seperti rising boat yang perjalanan dari Australia ke Singapura mereka pasti singgah di Bali dikarenakan lewat Indonesia jadi Bali diharapkan ada penjahit layar dan sekarang sudah ada tapi masih melayani mancanegara, untuk orang-orang Indonesia sendiri jarang sekali saya temukan dan saya sudah berkecimpung di sini sekitar 20 tahun tapi masih saja mancanegara saya harap Indonesia maju, gerakan Indonesia maju bersama Prabowo ini ingin meningkatkan taraf hidup orang-orang Indonesia lebih meningkat agar setara dengan negara lain dan go internasional.
Walaupun sudah banyak yang internasional tapi harus tetap menggugah orang-orang seperti saya yang terlupakan.
Saya sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Banjar ponjok terutama Klian, Bendesa mengizinkan saya untuk bisa berkegiatan di sini.
Untuk kain yang digunakan dalam pembuatan layar ada kain dacron khusus untuk yod yang kain sunbrella ini bagus untuk di kapal pinisi, tapi sekarang kapal-kapal pinisi mulai mau menggunakan dacron semua karena lebih kuat dan tahan lama warna pun tidak luntur. Untuk jahitan karena pakai UV resistant ini bisa sampai 10 tahun.
“Untuk pesanan kebanyakan dari Australia, Belanda, Italia, dan Prancis mayoritas dari Australia, harapan saya khususnya untuk orang Indonesia kita harus mampu memproduksi layar seperti ini, walaupun kita masih import boleh tapi paling tidak kita mampu memproduksi dari negara kita sendiri supaya tamu yang punya kapal butuh layar tidak beli di luar negeri melainkan bisa pesan di Indonesia dengan harga yang standar juga.”Ucap Juli Artiningsih.
Kenapa disini harus lebih mahal dikarenakan bahan yang kita perlukan masih import dan saya minta seperti pemerintah perpajakan atau bea Cukai kita bayar 50% dari harga beli semisal kita beli 1 juta disana kita ambil barang sendiri bea cukai entah DHL ekspedisi itu kita bayar 500 ribu, berarti 1 juta setengah harganya makanya saya jual dua kali lipatnya.
Harapan saya untuk bea-cukai kalau di perusahaan bisa di turunkan supaya lancar untuk ber usaha bagi saya itu terlalu banyak dan kalau bisa tidak memberatkan sebelah.(Tim).





