
Bali – deteksipost.com – Mangupura – Polres Badung melalui Satuan Lalu Lintas terus menjalin komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat melalui program Jumat Curhat yang merupakan salah satu program Beyond Trust Presisi Polri dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri hingga tingkat Polsek.
Kegiatan yang berlangsung secara terbuka ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan, saran, maupun informasi terkait gangguan keamanan di lingkungan mereka. Polres Badung kali ini menggelar pertemuan bersama para pecalang (petugas adat) di Balai Banjar Adat Tegal Desa Pakraman Selat Kec Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (6/6/25) pagi, dengan fokus pembahasan pada upaya bersama dalam memerangi aksi premanisme yang meresahkan warga.
Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, SH, SIK, MH, M.Tr.Opsla., melalui Kasat Lantas AKP I Wayan Sugianta, SH., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi preventif. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan premanisme butuh peran serta seluruh elemen, termasuk masyarakat dan lembaga lain seperti Pecalang,” ujarnya didampingi Kanit Kamsel Aiptu Putu Ariasa beserta Staff, dan Bhabinkamtibmas Desa Selat yang dihadiri Kelian adat Br Adat Tegal Desa Pakraman Selat Kec Abiansemal I Gst Ngr Putu Widia, Ketua Pecalang Br Desa Pakraman Selat Kec Abiansemal Bpk Nyoman Suta beserta sejumlah anggota.
Dalam forum tersebut, dibahas pula kejadian yang viral yaitu terkait dengan beberapa kali terjadi perkelahian antara Security dengan wisatawan asing, kecelakaan yang melibatkan warga negara asing, kasus narkoba dan juga masalah yang saat ini sedang banyak di perbincangkan di media sosial dan masyarakat yaitu adanya penolakan Ormas dari Luar Bali yang bernama GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) Jaya.
“Mari kita saling mengingatkan satu sama lain dan menjaga wilayah kita masing-masing dari gangguan kamtibmas karena Pecalang juga merupakan bagian dari pengamanan desa adat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di wilayahnya. Mari kita perangi aksi premanisme dalam bentuk apapun karena Premanisme merupakan ancaman nyata terhadap ketentraman masyarakat, kestabilan negara, dan juga bertentangan dengan ajaran agama apa pun.” tegasnya
“Selain itu, kami ingin mensosialisasikan program unggulan dari pusat, yaitu layanan call center 110. Layanan ini hadir untuk memberikan respons cepat dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang menemukan atau mengalami kejadian tindak pidana.”Imbuhnya.
Program Jumat Curhat akan terus digelar secara berkala di berbagai wilayah hukum Polres Badung, sebagai upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat sinergitas antara aparat dan masyarakat. (hms)





