
BALI – DETEKSIPOST.COM – Denpasar ( Benoa )– Dalam upaya mendukung program Polri untuk membantu mengatasi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas melalui program Polisi Peduli Pengangguran di atas Kapal KM Bandar Nelayan 516 di Dermaga Barat bagian utara Pelabuhan Benoa, pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.30 Wita.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Benoa, AKP I Gede Wiyastra Dwi Putra, S.H., dan dihadiri oleh Kanit Binmas, Ps. Kanit Reskrim, Kasi Humas, Ps. Kanit Provost, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, perwakilan Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), pengurus ABK Bandar Nelayan, serta sekitar 30 orang Awak Kapal Perikanan (AKP).
Dalam sambutannya, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Benoa menyampaikan apresiasi kepada pengurus ABK PT Bandar Nelayan atas sambutan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menyosialisasikan program Polisi Peduli Pengangguran sebagai bentuk kepedulian Polri dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi angka pengangguran, mencegah tindak kriminalitas, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Kapolsek menegaskan bahwa sektor perikanan di kawasan Pelabuhan Benoa, khususnya PT Bandar Nelayan, memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja, baik sebagai Awak Kapal Perikanan maupun tenaga operasional di darat dan kawasan pelabuhan.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak pemilik kapal dan perusahaan untuk membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi pemuda lokal dan masyarakat sekitar yang membutuhkan pekerjaan.
Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa juga siap mendukung melalui pembekalan kedisiplinan, pembentukan mentalitas kerja, serta sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras bagi calon tenaga kerja.
Menanggapi hal tersebut, pengurus ABK PT Bandar Nelayan, Bapak Usman, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program Polisi Peduli Pengangguran. Pihak perusahaan menyatakan kesiapan untuk membuka peluang kerja dan menyerap tenaga kerja sebagai Awak Kapal Perikanan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa proses perekrutan akan dilaksanakan secara legal, transparan, melalui perjanjian kerja, serta bebas dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa mengimbau para calon Awak Kapal Perikanan agar senantiasa mematuhi peraturan perusahaan serta mengikuti arahan pengurus dan kapten kapal.
Para pekerja juga diingatkan untuk menjauhi minuman keras dan narkoba demi menjaga keselamatan kerja serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di kawasan Pelabuhan Benoa.
Perwakilan SPPI Bapak Agus, turut menjelaskan bahwa organisasi tersebut menjadi wadah pengaduan dan pendampingan bagi Awak Kapal Perikanan yang menghadapi permasalahan dengan perusahaan, sesama pekerja, maupun pihak lainnya. Apabila terjadi perselisihan, SPPI siap membantu memfasilitasi mediasi, sedangkan permasalahan yang masuk ke ranah hukum akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Ps. Kanit Reskrim mengingatkan para calon pekerja agar mewaspadai praktik pungutan atau pemotongan biaya perekrutan secara ilegal yang diduga dilakukan oleh oknum calo. Ia mengajak para pekerja untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan praktik yang tidak sesuai ketentuan agar dapat ditindaklanjuti secara hukum. Ps.
Kanit Provost juga menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan melaporkan apabila menemukan anggota Polri yang melakukan tindakan meminta-minta atau pungutan tidak semestinya.
Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah diskusi dan penyampaian aspirasi para Awak Kapal Perikanan, termasuk mengenai perubahan warna buku pelaut dan pendataan pekerja yang belum memilikinya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan SPPI menyampaikan bahwa penerbitan buku pelaut mengikuti ketentuan pemerintah dan kementerian terkait. Para Awak Kapal Perikanan yang belum memiliki buku pelaut akan didata untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan SPPI guna memperoleh tindak lanjut sesuai prosedur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, perusahaan perikanan, organisasi pekerja, dan para Awak Kapal Perikanan dalam memperluas kesempatan kerja, melindungi hak-hak pekerja, serta mencegah praktik perekrutan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang.
Kegiatan sambang kamtibmas melalui program Polisi Peduli Pengangguran berakhir pada pukul 12.00 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
“Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif, pelayanan, dan kemitraan guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di kawasan Pelabuhan Benoa,” Tambah Kapolsek Benoa.(Tim)





