
#Keterangan foto; Beri Semangat Kapolda Bali Bertemu Pasukan Brimob dan Samapta BKO di Jakarta.
DETEKSIPOST.COM – JAKARTA – Penugasan 502 personel Polda Bali terdiri dari pasukan Brimob dan Direktorat Samapta yang BKO ke Polda Metro Jaya diperpanjang sampai 30 Juni 2019 mendatang. Mereka tetap siaga menjaga ibu kota pasca pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu 2019.
Gaya kepemimpinan down to earth langsung diterapkan Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose setelah mendapat laporan tentang perpanjangan penugasan.
Sementara Kapolda Bali langsung berangkat ke Jakarta mengunjungi Gedung Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat untuk bertemu sekaligus memberikan semangat dan dukungan kepada ratusan anggotanya, Senin (3/6) sekitar pukul 17.00 WIB.
Lanjut, tiba di Gedung Wisma Atlit, Kapolda Bali yang saat itu didampingi Dansat Brimob Polda Bali, Kombes Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, S.I.K., Direktur Samapta Polda Bali Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih, M.M. dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. disambut dengan yel-yel.
Lebih lanjut tidak hanya itu, Kapolda juga membagikan THR kepada 300 personel Brimob dan 202 personel Dit Samapta yang BKO. Bahkan ia juga sempat buka puasa bersama dengan anggota umat Muslim di salah satu restoran kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam arahannya mengatakan, sebagai pasukan Bhayangkara perwakilan Polda Bali harus tetap semangat melaksanakan tugas pengamanan di ibu kota. Jenderal bintang dua di pundak ini mengajak anggotanya untuk tetap setia menjaga NKRI.
“Siapapun tidak boleh merongrong NKRI dengan cara apapun. Polri tetap sebagai garda terdepan penjaga keamanan selalu siap menghadapi setiap ancaman yang terjadi,” kata Kapolda.
Kemudian jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini menjelaskan bahwa pasca Pemilu, situasi keamanan Indonesia khususnya di depan Bawaslu RI , Tanah Abang dan Petamburan Jakarta sempat memanas. Namun situasi tersebut sudah ditangani dengan cepat, tepat dan profesional sehingga situasi bisa dikendalikan.
“Terima kasih atas pengabdiannya dan sudah melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab. Walaupun diantara kalian ada yang terluka tapi kalian tetap semangat melaksanakan tugas. Tidak ada alasan, empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harus tetap dipertahankan,” ujarnya.
Kemudian Kapolda meminta pasukan Brimob dan Samapta untuk tetap semangat dan menjaga kekompakan saat bertugas. “Tunjukkan bahwa Polda Bali mampu menghadapi tantangan tugas yang dibebankan. Jangan sampai ada anggota yang melakukan pelanggaran sekecil apapun,” tegas orang nomor satu di Polda Bali ini.
Sementara anggota Dit Samapta Polda Bali, Bripda Arya Dananjaya mengaku senang dan bangga punya pimpinan seperti Kapolda Bali. Kedatangan Kapolda akan menjadi penyemangat bagi dirinya dan anggota Polri lainnya sehingga memiliki spirit yang baru dalam melaksanakan tugas.
“Saya tidak menyangka Bapak Kapolda Bali akan datang ke Jakarta untuk bertemu kami. Beliau sangat perhatian kepada anggota dan mau turun ke bawah merasakan apa yang kami rasakan. Bapak Kapolda Bali memang luar biasa,” kata Bripda Arya Dananjaya yang ikut BKO ke Jakarta.
Untuk diketahui, enam personel Direktorat Samapta Polda Bali yang BKO ke Polda Metro Jaya mengalami luka di wajah, leher, tangan dan kaki saat mengamankan unjuk rasa yang anarkis di daerah Pasar Slipi, Petamburan Jakarta Barat, Rabu (22/5) lalu.
Ribuan massa yang menolak pengumuman hasil penghitungan suara Pilpres 2019 terprovokasi kemudian menyerang polisi menggunakan batu, ketapel, bom molotov dan kembang api.
Saat itu juga Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose langsung menghubungi Kasubdit Gassum Dit Samapta Polda Bali AKBP Andy Prihastomo selaku pemimpin pasukan. Melalui telepon, “jelasnya.
Sehingga Kapolda memberikan support dan berpesan kepada seluruh anggota yang BKO agar meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah terprovokasi dan selalu disiplin melaksanakan tugas.(TIM).





