
BALI – DETEKSIPOST.COM – Ketua Yayasan Ki Patih Wulung yang sekaligus di tunjuk sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Ngaben Massal di Geria Agung Telaga Manik Mas Br. Dinas Tumbu Kelod desa Tumbu Karangasem, mengatakan Pengabenan massal akan di adakan pada Kamis, (26/05/2023), rencana pengabenan massal tersebut sudah banyak yang mendaftar dari berbagai daerah di sekitaran Karangasem dan juga diluar Karangasem dan bahkan ada juga yang tidak tinggal di Bali, Dan untuk pelaksanaan ngabenan massal ini akan di adakan sekalian dengan rangkaian kegiatan Ngeroras Massal, Meajar-ajar Massal, Metatah Massal dan
Pebayuhan oton, bayuh warak keruron dan Sapuh Leger massal, ada juga digelar pewintenan beberapa Pemangku dan Jro Gede calon sulinggih dari berbagai daerah di Bali.
Mengutip ucapan Gubernur Bali Wayan Koster di sebuah acara, beliau sangat menekankan kepada seluruh masyarakat Bali, bahwa keberadaan HINDU DRESTA BALI sedang menghadapi tantangan dari internal maupun eksternal. Oleh sebab itu, ia meminta para Pandita, pinandita dan semua masyarakat umat Hindu tetap konsisten menjalankan ajaran-ajaran yang diwariskan secara turun temurun.
Bliau juga menegaskan besarnya tantangan yang dihadapi dalam menjaga cara-cara beragama yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur (Hindu dresta Bali). Menurutnya, keberadaan Hindu dresta Bali saat ini tidak dalam posisi aman.
“Jangan ikut-ikutan yang lain, jalankan yang sudah kita punya dan itu sudah terbukti baik. Tak usah lari kesana kemari lagi” ujar Gubernur Bali I Wayan Koster.
Maka dari pada itu sebagai dukungan terhadap bapak Gubernur Bali dan sekaligus memperkuat Dresta Bali Ketua Yayasan KI PATIH WULUNG JRO GEDE WIDIARTA dan IDA PANDITA EMPU NABE NATHA JAYA KUSUME sepakat untuk mengadakan kembali kegiatan Ngaben massal ini agar Dresta Bali tidak terkikis dan gampang di kontaminasi oleh ajaran atau aliran-aliran yang menyesatkan umat hindu dan bahkan sampai meninggalkan keyakinan dan kepercayaannya terhadap para leluhur dan bhisama-bhisama yang sudah di wariskan turun temurun selama ini.
Masyarakat bali khususnya yang berumat Hindu sangat meyakini kelahiran wuku wayang atau tumpek wayang adalah kelahiran yang cemer, melik serta mala secara istilah Bali sering disebut kepingit. Banyak dari mereka pun khawatir, was-was hingga ketakutan dengan nasib buruk anaknya. Karena itu perlu dilakukan Bayuh Oton dan Sapuh Leger. Jika kegiatan itu dilakukan secara pribadi butuh waktu dan biaya yang cukup besar. Maka atas dasar itulah kepedulian Ida Pandita Empu Nabe Natha Jaya Kusume untuk lakukan kegiatan Ngaben Massal, Ngeroras Massal, Metatah Massal dan Pebayuhan massal, Sapuh Leger massal dan pewintenan Pemangku karena sangat efektif dan efesien. Waktu dan biaya bisa ditekan dan ringan, dengan demikian masyarakat tak perlu kekhawatiran mempunyai sanak saudara, orang-tua maupun anak yang lahir pada wuku Tumpek Wayang bisa teratasi dengan kegiatan seperti ini,
Ida Pandita Empu Nabe Natha Jaya Kusume juga menyatakan untuk ngaben kali ini akan sangat berbeda karena tingkatan upacara yang akan digunakan lebih lengkap sampai juga menggunakan banten munggah catur rebah Caru Manca Kelud dan lain sebagainya.
Ketua Yayasan Ki Patih Wulung Jro Gede Widiarta, mengatakan bahwa kita semua harus patut berbangga dan berbahagia karena Griya Agung Telaga Manik Mas sudah berbuat dan melaksanakan kegiatan ini untuk yang kesekian kalinya, karena kegiatan seperti ini mampu tetap mempertahankan Dresta Bali dan sangat membantu masyarakat kurang mampu di sekitaran Karangasem bahkan seluruh Bali, apalagi pada saat kita dalam posisi kita habis dilanda musibah Pandemi Covid 19 yang hampir lebih dari 2 tahun yang membuat perkonomian Bali tidak Stabil,
Pengabenan massal, mebayuh massal dan Sapuh Leger Massal ini sangat meringankan beban masyarakat dalam segi pembiayaan. Sehingga kekhawatiran dari masyarakat yang mempunyai sanak saudara, orang-tua maupun anak yang lahir pada wuku Tumpek Wayang bisa teratasi dengan kegiatan seperti ini.
Ketua Panitian mengajak bagi Umat Hindu di seluruh Nusantara untuk mengikuti kesempatan ini dan apa bila ada yang berminat untuk mengikuti dapat menanyakan informasinya lebih lanjut melalui nomer Handphone atau Whatshapp 081703240728 dan 08123951900 [pendaftaran paling lambat akan di tutup pada tanggal 10 April 2023].(tim).





