
DETEKSIPOST.COM – Pada Yudicium dan Pelepasan Sarjana XXXIX di Hotel Niki, Denpasar, Made Suarta mengatakan, olahraga seperti pencak silat dapat dijadikan sebuah seni pertunjukkan agar mahasiswa mengembangkan skill di bidang lain.
“Mahasiswa FPOK kita bekali dengan ketrampilan lain agar bisa bersaing dengan mahasiswa pada umumnya,” jelas I Made Suarta, Selasa, 25 Juli 2017.
Mahasiswa FPOK, menurut Rektor memiliki potensi besar dalam pengembangan diri dan kemampuan yang dimiliki. Ia menilai, peluang sukses mahasiswa dari FPOK cukup besar. Mengingat, tekad dan kemauan yang dimiliki sudah terasah dan terbiasa fokus untuk mencapai target.
Dari situ, Institut melirik bidang-bidang olahraga yang dapat dikemas sebagai entertainment, seperti olahraga pencak silat. Di tingkat Institut, dikatakan Made Suarta, pihaknya mengemas dalam program Incubator Bassic Technologi (IBT) yang selama ini diberdayakan pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS).
“IBT ditangani oleh Institut yang dilakukan secara online untuk kebutuhan seni pertunjukkan,” ujar Suarta.
Sementara, Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), I Wayan Adnyana menjelaskan, pelaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi telah dikembangkan untuk kegiatan yang bersifat penalaran. FPOK saat ini telah menerbitkan jurnal elektronik per bulan Juni lalu.
Dengan adanya jurnal elektronik itu, dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi dalam penulisan berbagai makalah maupun karya tulis akademis.
“Sudah dapat persetujuan dari Dikti untuk menerbitkan e-jurnal. Dalam setahun harus menerbitkan 4 jurnal dan satu jurnal print out,” jelas Wayan Adnyana.(Team Media DeteksiPost.Com).





