Jadikan Rasa Syukur Dan Tulus Ikhlas Sebagai Pondasi Dalam Hidup, Ini Pesan Kapolres AKBP Leo Dedy Defretes !!!


_IMG_000000_000000

BALI – DETEKSIPOST.COM – Polda Bali, Polres Badung Dalam upaya menjaga hubungan yang harmonis terhadap semua ciptaan Tuhan, mulai dari hubungan yang harmonis terhadap sesama, maupun semua makhluk yang hidup di bumi ini, Kepala Kepolisian Resor Badung AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH, tidak bosan-bodannya mengingatkan seluruh personil untuk selalu bersyukur dalam segala hal.
 
“Apa yang kita yakini, ucapkan dan perkatakan semua itu menjadi doa,” Ucapnya di lapangan Mapolres Badung pada hari Senin tanggal 28 Nopember 2022 pagi.
 
Beliau menegaskan, bahwa berkat yang telah diterima, bukan karena kerja keras atau usahakan kita, tetapi karena kemudahan kasih karunia Tuhan (Ida Sanghyang Widhi). “Itu sebuah give (pemberian) cuma-cuma yang telah di berikan Tuhan kepada kita,” Terangnya.
 
Selanjutnya kata orang nomor satu di jajaran Polres Badung, bahwa sebagai insan manusia ( khususnya Polres Badung red) memiliki tanggung jawab sebagai bagian untuk memelihara, mejaga, bahkan berbagi hasil terhadap sesama, terhadap semua makhluk hidup, apakah itu tumbuhan, hewan maupun yang lainnya ciptaan Tuhan.
 
Kalau direnungkan lebih mendalam, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita sombongkan atas usaha atau kerja keras yang telah dilakukan, karena itu semua atas kemurahan dan karunia dari Tuhan.
 
“Apalah artinya sebuah cita-cita, toh semua akan sirna. Karena itu saya ingatkan jangan lupa bersyukur dalam segala hal,” Tuturnya.
 
Dan apa yang masih belum dapat kita laksanakan, cita-citakan, masih bisa di kerjakan sampai selesai, asalkan memiliki kesehatan dan umur panjang, dan yang lainnya, itu semua tanpa karinia kasih Tuhan, tidak akan bisa kita capai.
 
“Kita ini dibatasi oleh jasmani yang rentan terhadap sakit, oleh karena itu didalam melaksanakan tugas, kita awali dengan rasa syukur, agar tenang dalam berpikir, berkata-kata dan berbuat. Pasalnya Rasa Syukur, tulus ikhlas kepada Tuhan, Ida Sanghyang Widhi menjadi pondasi dalam hidup,” pesannya.
 
“Perankan diri sebagai pelaku utama untuk menjadikan hidup kita yang penuh suka cita, bahagia, damai dan sejahtera mulai dari keluarga, yakni orang tua, pasangan hidup, anak, keluarga besar, bahkan terhadap semua makhluk,” Harapnya.(tim).