Satgas Saber Pangan Polda Bali Pastikan Harga Bapokting Tetap Stabil, Pedagang dan Warga Merasa Tenang


BALI – DETEKSIPOST.COM – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pangan Polda Bali terus memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok penting (bapokting) demi menjaga stabilitas pangan dan melindungi daya beli masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi langsung ke Pasar Kreneng, Jalan Kamboja, Denpasar, Jumat (15/5/2026) pukul 08.00 Wita.
 
Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau harga sekaligus memastikan ketersediaan sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula, kedelai, jagung, cabai, bawang hingga daging.
 
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan dialog langsung bersama para pedagang guna mengetahui kondisi riil harga maupun distribusi bahan pangan di lapangan.
 
“Satgas Saber Pangan hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar dan kualitas yang baik,” tegasnya.
 
Menurutnya, pengawasan rutin tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga, menjamin keamanan pangan, serta mencegah terjadinya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
 
Dari hasil pemantauan sementara, harga sejumlah bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Kota Denpasar, masih berada dalam kisaran yang relatif stabil dan terjangkau. Ketersediaan pasokan juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
Meski demikian, Satgas Saber Pangan mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tetap mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas dan berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
 
“Pengawasan akan terus kami lakukan bersama instansi terkait agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga,” ujar Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.
 
Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Perum Bulog.
 
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan terpadu terhadap distribusi dan harga bahan pokok di pasaran.
 
Pemerintah berharap, melalui pengawasan berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor, stabilitas pangan di Bali tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, tenang, dan penuh kepastian harga.(Tim)