
BALI – DETEKSIPOST.COM – Mangupura – Keberadaan desa adat di Bali selama ini tidak hanya menjadi penjaga tradisi dan budaya, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan keamanan lingkungan berbasis kearifan lokal. Melalui kekuatan awig-awig, peran prajuru adat, serta partisipasi masyarakat yang masih kuat, desa adat dinilai menjadi mitra penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Berangkat dari hal tersebut, Polres Badung menggelar kegiatan Safari Kamtibmas Wirasa di sejumlah wilayah di Kabupaten Badung, Kamis (21/5/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polri, desa adat, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama Polres Badung itu dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Desa Dalung, Desa Sembung, Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Petang, Desa Cemagi, hingga Desa Sangeh. Dalam kegiatan tersebut, Polres Badung melibatkan bendesa adat, perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha, linmas, hingga kelompok pemuda desa sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan berbasis komunitas.
Dalam arahannya di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, Kapolres Badung memperkenalkan sejumlah program dan aplikasi unggulan Polres Badung, seperti aplikasi CAKRAWASI untuk pendataan warga negara asing (WNA), Digital Jaga Baya, serta layanan Call Center 110. Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat di tengah dinamika wilayah Badung sebagai daerah tujuan wisata internasional.
“Desa adat memiliki kekuatan sosial yang sangat besar dalam menjaga stabilitas wilayah. Karena itu kami ingin membangun pola pengamanan berbasis kolaborasi antara Polri, desa adat, dan masyarakat. Melalui aplikasi CAKRAWASI, Digital Jaga Baya, dan layanan 110, kami berharap masyarakat semakin mudah berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan,” ujar AKBP Joseph Edward Purba.
Selain sosialisasi layanan kepolisian, Safari Kamtibmas Wirasa juga menjadi sarana memperkuat early warning system atau deteksi dini potensi gangguan keamanan di masing-masing wilayah. Di sejumlah kecamatan seperti Mengwi, Abiansemal, dan Petang, jajaran Polres Badung bersama aparat desa dan tokoh adat membahas berbagai potensi kerawanan wilayah, termasuk tingginya mobilitas penduduk pendatang dan wisatawan asing yang memerlukan pengawasan bersama agar tetap tercipta rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Polres Badung berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat komunikasi serta kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sekaligus meningkatkan kepedulian warga dalam menjaga keamanan wilayah berbasis nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal Bali. (hms)





