Puncak Acara Pernikahan Kedua Putra Putrinya dalam Tradisi Bali.


DETEKSIPOST.COM – DENPASAR – BALI, Pawiwahan atau pernikahan menjadi Yadnya atau persembahan orangtua kepada anaknya sebelum mereka menjalani kehidupan berumah tangga. di Gatsu Tengah Denpasar. Selasa (12/3/2019).
 
Pawiwahan bagi warga Bali diikuti
dengan beragam prosesi yang panjang dan sakral. Sang Putu Ruji mengatakan, ia telah mengentaskan kedua putra putrinya dalam Pawiwahan berbalut adat dan tradisi Bali.
 
“Prosesinya selama 2 minggu sampai hari ini atau hari H puncak acara. Kemarin, kamu sebagai keluarga laki-laki meminang mempelai wanita,” jelas Sang Putu Ruji,
 
dIMG_20190313_071743537
 
Pria yang kesehariannya berdinas di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali ini menambahkan, sakralnya pernikahan Bali diwujudkan dalam ritual-ritual baik secara jasmaninya maupun rohaniah.
 
Menurut Ruji, semua persoalan yang terkait skala (jasmani) maupun niskala (rohani) harus dituntaskan terlebih dulu sebelum menggelar resepsi.
 
Puncaknya adalah menggelar upacara semacam pemberkatan untuk sepasang mempelai dengan mengundang pemuka agama Hindu.
 
“Sudah kami lakukan dengan mengundang pemuka agama atau Ida Peranda dari Griya Sanur melalui upacara Widi Widana, dan hari ini acara puncak resepsi,” jelas Sang Putu Ruji.
 
Sepasang mempelai itu yakni, Sang Made Rudy Antara, ST dan Ni Ketut Ayu Anggreni, SE. (TiM).