Pengembangan Pelabuhan Benoa Tingkatkan Ekonomi Pulau Dewata


#Keterangan foto; Jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara
 
 
 
DETEKSIPOST.COM – BENOA – BALI -Tingkat kunjungan kapal pesiar yang cukup tinggi membuat Pelabuhan Benoa Bali yang dukelola oleh BUMN Pelindo III aktif meningkatkan kapasitas pelabuhan untuk pelayanan kapal. Sa|ah. Kamis.(13/6).
 
satu upaya yang dilakukan adalah telah dirampungkannya pengerukan dan penda|aman alur dari minus 9 Meter low water spring/rata-rata muka air laut (LWS) menjadi minus 12 Meter LWS. hal tersebut memungkinkan kapal pesiar dengan Length of All (LOA) / ukuran panjang lebih dari 350 Meter dapat
 
Bersandar didermaga dimana sebelumnya hanya berlabuh diluar Alur Pelabuhan.
 
Selain itu turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Serta Iebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang te|ah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dan’ 150 meter menjadi 330 meter.
 
Serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan gedung terminal penumpang, Pelindo Ill meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seIuas 5.600 meter persegi. Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa akan selesai semester dua tahun 2019, Hingga awal Juni progress pembangunan fusik bangunan telah mencapai 79,12%.
 
“Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pelindo ||| memiIiki kewajiban sebagai agen pembangunan untuk ikut membangun negara ini. Serangkaian pengembangan te|ah dilakukan o\eh Pelindo Ill di seluruh wilayah kerja di tujuh provinsi di Indonesia. Salah satunya di Pelabuhan Benoa yang
 
Sehingga menjadi kebanggaan kita bersama. Kami berharap, apa yang telah kami lakukan di Pelabuhan Benoa dapat memberikan inspirasi bagi institusi terkait Iainnya dan masyarakat Bali untuk turut mendukung pengembangan dan pembangunan Pulau Bali”, jelas CEO Regional Bali Nusra Pelindo Ill, Wayan Eka
Saputra.
 
Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Hingga Mei 2019, tercatat iumlah kapal pesiar sebanyak 26 unit dengan penumpang sebanyak 24.418 orang wisatawan mancanegara telah mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa. “Target kapal pesiar di tahun 2019 ini send‘m sebanyak 75 unit kapal pesiar,” pungkas Wayan Eka Saputra.
 
IMG-20190613-WA0063 #Keterangan foto; Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara.
 
 
“Semoga tidak lama Iagi, pelabuhan benoa bisa menjadi home port cruise dimana kapal pesiar tersebut nantinya tidak hanya transit. Dengan menjadi home port cruise tersebut tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali karena ini memiliki multiplier effect cukup besar untuk masyarakat Bali. Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka tentunya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat’ di sekitarnya,” ungkap CEO Balinusra.
 
Seirinng pengembangan zona marina untuk kapal wisata, Pelindo Ill juga sedang melakukan pengembangan lain di antaranya penataan kembali zona perikanan disisi barat pelabuhan dan zona BBM Gas dengan Curah di sisi timur.
 
“Dengan penataan tersebut, kami bemarap mendapatkan dukungan dan‘ semua pihak internal maupun ekstemal, terutama masyarakat Bali karena kami hams bisa menyandingkan antara industn’ sektor wisata dan industn’ perikanan, curah, dan Gas, dimana itu semua untuk mendongkrak ekonomi Bali dan masyarakat pulau dewata,” ujar Wilis Aji, VP Corcom
 
Pelindo Ill. “Dengan peduasan zona perikanan di Pelabuhan Benoa diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentral produksi dan industri perikanan di Bali. “Kami optimis, kedepan, dengan pengembangan pelabuhan
 
Benoa maka salah satu dampak positifnya yang bisa dirasakan secara langsung adalah Iapangan pekeqaan akan bertambah, secara tidak langsung menyumbang pendapatan negara melalui kegiatan ekspor dan impor, dan pada akhimya ini membawa dampak yang luar biasa bagi perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,’ ujar Wilis.
 
Perlu diketahui juga bahwa proses pengurusan perijinan dan pengembangan Pelabuhan Benoa tidak dalam waktu singkat, proses panjang telah ditempuh manajemen Pelindo Ill.
 
“Kami BUMN adalah perusahaan milik negara dimana kami dituntut untuk selalu patuh terhadap hukum, dan kami juga harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG) dimana bukan Iagi menjadi keharusan melainkan kebutuhan perusahaan-perusahaan dalam menjalankan bisnis. Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian, bahwa perbaikan governance sangat menentukan minat investor,” pungkas Wilis.
 
Selain sebagai agen pembangunan, Pelindo III juga berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Di awal Januari 2019, bersama institusi maritim Pelabuhan Benoa dan warga mengadakan aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman 50.000 bibit bakau di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.
 
“Demi menjaga kelestarian lingkungan, terutama peluasan habitat bakau, Pelindo Ill kembali mengadakan penanaman tanaman bakau secara bertahap di hutan pesisir kawasan Pelabuhan Benoa. Berikutnya juga akan dilakukan perawatan dan pengawasan, agar dapat tumbuh dengan baik,” ujar Wayan.
 
Saat ini juga sedang proses pembuatan jalur kanal untuk akses kegiatan nelayan dan pengairan mangrove di sekitar dumping area sehingga nelayan bisa bedayar setiap waktu. Tak ketinggalan juga sedang disiapkan area parkir untuk nelayan, lengkap dengan base camp serta pembuatan area Melasti untuk kegiatan upacara proses penyucian Pratima (Melasti) dan tempat untuk melarung abu jenazah.
 
Selain peduli lingkungan, Pelindo Ill Benoa juga turut memberdayakan masyarakat melalui program kemitraan untuk UKM yang ada di Bali, tercatat hingga sekarang seratus lebih UKM telah menjadi mitra dan akan terus ditambah seiring pertumbuhan dan perkembangan Pelindo III.
 
PT Poiabuhan Indonesia Ill (Peleero) yang juga dikenal dengan Pelindo Ill adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang jasa kepolwuhanan Tugas, wewenang, dan tanggung jawd) Pelindo Ill mengelola 43 pelabuhan yang tembar di 7 provinsi yaitu Jawa Timur. Jawa Tongan, Kabmantan Solatan, Kalimantan Tengah. Bali. Nusa Tenggata Barat. dan Nusa Tenggara Timur, sorta memiliki 23 anak petusahmn dan amiasi.
 
Sedangkan Pelindo Ill merupakan inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepobuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancatan angkutan hut Donoan Wilma prasaram mm Iaut yang memada’. Pelindo Ill manpu menggetakkan sens mendorong kegiatan ekonomi negara.(TIM)