SMK PGRI.2 Denpasar, Pertama Kali Menerapkan (UNBK)


DETEKSIPOST.COM – SMK PGRI 2 Denpasar, Tengah Menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian daring yang digelar tahun ini, baru pertama kali mengikuti UNBK, jadi siswa kami sudah terbiasa mengerjakan soal melalui komputer, saat kita temui kepala SMK PGRi.2 di ruang pertemuan. kamis.(5/4).
 
Kepala SMK PGRI.2. Denpasar. Drs.I Wayan Gunastra.MM. Mengatakan,termasuk daya listrik yang ada di sekolah pihak kami sudah bekerjasama dengan Indehome. agar tidak ada pemadaman selama ujian dan koneksi internet. cukup baik, dan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan UNBK belum memadai, namun SMK PGRI 2 Denpasar dapat mengikuti dengan tenang dan lancar.”jelasnya.
 
Selain itu SMK PGRI. 2 Denpasar melakukan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) baru pertama kali. Dan  untuk persiapan dari tahun ini selalu dilakukan secara tambahan. “ungkap I Wayan Gunastra.
 
“Kata I Wayan Gunastra. Sebanyak 246 siswa yang mengikuti ujian, dibagi menjadi 3 lab dengan 3 sesi dengan 2 orang pengawas dari rayon 2. Server yang operasikan ada 3 server dan mengkaper 90 komputer.”terangnya.
 
Sampai saat ini, menurut I Wayan Gunastra. Menjelaskan, siswa tidak menemui kendala yang terkait dengan situasi ini, untuk menempuh kegiatan UNBK. Dari beberapa ujian yang digelar juga diikuti dengan lancar oleh siswa.
 
Pihak sekolah saat ini perlu mempersiapkan siswa untuk menghadapi UN dalam jaringan yang kali pertama diadakan di sekolah itu. Sejak awal, dikatakan I Wayan Gunastra, siswa mendapatkan pelajaran tambahan.
 
“Pertama tryout USBN, yang kedua tryout peminatan, dengan komputer tapi dilakukan secara offline. Ini untuk memberikan kesempatan kepada siswa supaya beradaptasi dengan perangkat komputer,” jelas I Wayan Gunastra.
 
Pihaknya berharap, dengan penerapan wajib UNBK untuk sekolah di Denpasar, pemerintah memfasilitasi kebutuhan untuk UNBK. Dengan demikian, sekolah mampu menyelenggarakan ujian daring secara mandiri.
 
“Kami mengikuti instruksi pemerintah saja. Dengan menyesuaikan kondisi yang ada di sekolah. Namun jika ada kekurangan perangkat ya, dibantu, baik dari pelaksanaan, penganggaran dan peralatan,” harap.I Wayan Gunastra.(TIM).






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *