
DETEKSIPOST.COM – SMK Dwijendra Denpasar Tengah Menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian daring yang digelar tahun ini merupakan dua kali yang diselenggarakan sekolah tersebut.
Kepala SMA Dwijendra.IB. Dwi Okaputra. didampingi Wakakurikulum Ida Ayu Paramita dan Waka Kesiswaan I Wayan Sumardika. menjelaskan, pihaknya menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Namun, sebagai langkah awal ujian daring diadakan di sekolah sendiri yakni di SMK Dwijendra Denpasar. “ucap IB.Dwi Okaputra.
Selain itu termasuk daya listrik yang ada di sekolah dan koneksi internet. Soal kemampuan kelistrikan, sudah saya siapkan jenzed sebagain cadangan.
“Dari kesiapan, cukup banyak perangkat komputer yang disediakan untuk mengakomodir 130 siswa, yang sekaligus tahun ini udah dua kali menyelenggarakan UNBK, ” jelas IB.Dwi Okaputra. Selasa.3 April 2018.
“Selain itu, jadual UNBK antara Sekolah Menengah Umum dengan Sekolah Menengah Kejuruan tidak sama.”ujarnya.
Sampai saat ini, menurut IB.Dwi Okaputra. siswa tidak menemui kendala yang terkait dengan situasi menempati sekolah ini, untuk menempuh kegiatan UNBK. Dari beberapa ujian yang digelar juga diikuti dengan lancar oleh siswa.
“Menurut Wakakurikulum Ida Ayu Paramita menambahkan, Sebanyak 130 siswa dan 106 jurusan akuntansi, sedangkan 24 TKJ dan Kita tetap menggunakan 2 (dua) ruangan, 3.(tiga). sesi dengan setiap sesi diikuti 20 siswa,” jelasnya demikian.
Sementara, sebelum pelaksanaan UNBK tingkat SMK Dwijendra siswa tetap akan mendapatkan pelayanan pemantapan materi. Disitu, guru pengampu akan mematangkan materi-materi hingga menjelang ujian.”ungkap IB.Dwi Okaputra.
Dari sisi perangkat, pihaknya mempersiapkan 54 komputer klien dengan 2 server, termasuk genset untuk mengganti daya listrik jika mengalami putus aliran.
“Kata Kepala Sekolah IB Oka Putra. Saat ini, kompetensi keahlian di SMK Dwijendra adalah, Akuntansi dengan jumlah siswa 106 orang, Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sebanyak 24 siswa.
“Lebih lanjut mulai tahun lalu sudah menambah jurusan yaitu, akomodasi perhotelan (APH) dengan jumlah siswa 71 orang. APH menjadi kompetensi keahlian yang baru dua kali sekolah kami menerima siswa baru, “ujarnya.
Pihaknya berharap, dengan penerapan wajib UNBK untuk sekolah di Denpasar, pemerintah memfasilitasi kebutuhan untuk UNBK. Dengan demikian, sekolah mampu menyelenggarakan ujian daring secara mandiri.”jelasnya.(TIM).





