
#;Keterangan foto; Ketua STP Nusa Dua, Drs Dewa Gede Ngurah Byomantara.
DETEKSIPOST.COM – NUSA DUA – BALI, Melalui Program Amplikasi Manajemen (APM) Mahasiswa STP Nusa Dua, Pelatihan dan seminar itu diadakan selama dua hari pada 15-16 Maret 2019 di Kantor Perbekel Desa Wisata Blimbingsari.Kamis, 21 Maret 2019.
Seminar dengan tema, “Pengembangan Desa Desa Wisata Melalui Digital Marketing, “tersebut dihadiri oleh 38 warga Desa pemilik Homestay.I Made John Ronny selaku kepala Desa Wisata Blimbing sari, I Gdede Sudigda dan Wayan Murtiyasa.selaku pengurus Komite Pariwisata Blimbingsari.”ungkapnya.
Sementara, Ketua Komite Pariwisata Desa Wisata Blimbingsari I Gede Sudigda mengatakan, saya, apresiasi kegiatan APM yang dilakukan mahasiswa STP Nusa Dua Bali.
“Selain itu untuk pembekalan warga dan pengurus Komite Pariwisata Blimbingsari meliputi, bidang tata graha. Disitu, warga desa diberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai cara penyiapan kamar, cara merangkai bunga dan penyediaan standar perlengkapan kamar.”ujarnya.
# Keterangan foto; Ketua STP Nusa Dua, Drs Dewa Gede Ngurah Byomantara,dan Ketua Komite Pariwisata Desa Wisata Blimbingsari I Gede Sudigda dan Mahasiswa STP Nusa Dua-Bali.
Hal ini di bidang tata boga, warga desa diberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai cara menyiapkan sarapan dan pengetahuan tentang pentingnya hygiene dan sanitasi.
Lanjut untuk pembekalan di bidang penerimaan tamu, tata cara yang diajarkan meliputi, pendataan tamu, sistem reservasi hingga sistem pendataan homestay. “jelasnya.
Bidang pemasaran meliputi pelatihan melakukan social media marketing memberikan seminar mengenai digital marketing dan penggunaan online travel agent (Airbnb) serta membantu upaya publisitas desa wisata Blimbingsari.
Kemudian dari kegiatan APM kami mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat untuk kemajuan Desa Wisata Blimbingsari. Saya harap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, jangan distop,” ungkap. Gede Sudigda.
Desa Blimbingsari di Kabupaten Jembrana pada Tahun 2017 meraih prestasi tingkat nasional untuk Community Based Tourism (CBT).
“Sementara, kegiatan yang dilakukan mahasiswa itu merupakan tugas terakhir sebelum tamat. “Ucap. Ketua STP Nusa Dua, Drs Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed.
“Sekali lagi dikatakan Byomantara anak didik, karena begitu tamat harus duduk di tingkat manajerial, diharapkan bisa berwirausaha, kembali ke masyarakat untuk bisa melakukan penataan di desa, khususnya di desanya sendiri,” jelasnya.
Dikatakan lagi, lulusan STP tidak harus bekerja di hotel berbintang namun juga bisa berwirausaha dan mengabdikan diri secara langsung untuk masyarakat.(TIM).





