Giat BBTF 2021, Exploring Sustainable & Wellness Tourism”


IMG_20210610_222818714

Deteksipost.com – Bali, Indonesia, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang ke-7 digelar tanggal 10-11 Juni 2021 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali sebagai respon atas keperdulian pariwisata Bali ditengah masa pandemi, meskipun perbedaan jarak dan waktu memisahkan para buyer, rekan bisnis di berbagai belahan dunia – tidak memadamkan semangat dan optimisme atas pariwisata Bali dan Indonesia secara general.
 
Tahun ini tema “Exploring Sustainable & Wellness Tourism” atau “Menjelajahi Pariwisata Berkelanjutan & Kebugaran” mencerminkan keterlibatan industri pariwisata Indonesia sebagai seller lewat tema ini kami membangkitkan ekonomi pariwisata dan promosi destinasi maupun produk wisata berkelanjutan terbaik dengan kearifan lokal Bali sebagai destinasi ramah lingkungan, kaya budaya dan tradisi.
 
Melalui acara temu wicara dengan topic “Change, Development & Learning” berbagai sudut dapat diangkat yang diharap beri informasi lengkap berkaitan dengan regulasi pemerintah khususnya tentang dibukanya Bali sebagai Pilot Project dan gambaran mengenai kesempatan dan tantangan yang dihadapi untuk buka border wisatawan mancanegara (wisman) serta program nyata pemerintah dan pemangku kepentingan di bawah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).
 
Pembicara-pembicara diacara temu wicara sekaligus Press Conference ini tampilkan;
Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif – diwakili oleh Ibu Rizky Handayani (Deputi Bidang Produk Wisata & Penyelenggara Kegiatan Badan Pariwisata & Ekonomi Kreatif).
 
Sedangkan yang hadir kegiatan, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati – Wakil Gubernur Bali, I Ketut Ardana – Ketua Komite BBTF 2021, Ida Bagus Agung Partha Adnyana – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali 
Ibu Shana Fatina – Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuhan Bajo – sekaligus mewakili Badan Otorita Pariwisata Danau Toba
Acara dipandu oleh moderator sekaligus komite koordinasi media BBTF, Ibu Yoke Darmawan.
 
“BBTF sebagai ajang pertemuan bisnis ke bisnis dalam industri pariwisata nasional dan internasional – ikut mengambil peran penting dalam penyampaian informasi dan edukasi masyarakat dan rekan kerja luar negeri (buyers) yang akan mengirimkan wisatawan ke Indonesia – BBTF perkenalkan exhibitors (sellers) dengan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan pengembangan wisata wellness serta kesehatan – health tourism.“ Pak I Ketut Ardana, selaku ketua panitia BBTF 2021 sekaligus ketua ASITA Bali menerangkan.
 
Mengingat besarnya tingkat ketergantungan perekonomian Bali terhadap sektor pariwisata, dalam jangka pendek pola pemulihan ekonomi Bali tergantung dari pola kunjungan wisatawan baik domestik.
 
Sehingga pada tahapan selanjutnya yaitu membuka border beberapa faktor pastinya jadi penting. Dari komunikasi ketersediaan vaksin, level of confidence atau tingkat percaya diri dari wisatawan dan pemerintah negara lain, kebijakan perlintasan orang baik domestik maupun internasional serta pemulihan ekonomi global.
 
Dalam jangka panjang, terdapat beberapa langkah kebijakan yang telah dilakukan. Pertama, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru. Covid-19 mengajarkan bahwa Bali perlu melakukan diversifikasi pertumbuhan ekonomi sehingga tidak hanya tergantung kepada sektor pariwisata.
 
Kedua, mendorong quality tourism. Perlunya akselerasi pengembangan pariwisata Bali untuk health tourism, cruise tourism, serta MICE. Ketiga, mendorong pembangunan / pengembangan infrastruktur baik infrastruktur dasar maupun infrastruktur terkait pariwisata.
 
BBTF ini diselenggarakan secara online & offline adalah hal pertama kali dilakukan oleh panitia menyesuaikan situasi pandemi. Adanya perbedaan waktu Bali dengan waktu dari buyer yang mengikuti acara secara online khususnya dari benua Australian, Europe dan USA menjadi tantangan sendiri – misalnya Australian time 2 – 3 jam lebih cepat dari Bali time.
 
Selain itu, Europe time 6 – 7 jam lebih lambat dari Bali time. USA time 12 – 13 jam jauh lebih lambat dari pada Bali time. Sehingga panitia pasti harus mengorbankan salah 2 dari ke 3 benoa tersebut, selain itu keikutsertaan para seller di Bali tidaklah mungkin mengikuti online event 24 jam per hari.
 
Kedepan jika pandemi sudah berakhir maka panitia akan menyelenggarakan event BBTF secara offline, hal ini untuk menjaga reputasi menyelenggarakan event bertaraf international. Nama baik Bali dan Indonesia harus tetap dijaga dan pertaruhkan.
 
“Tahun ini BBTF mampu menarik lebih dari 145 sellers dari 14 Provinsi di Indonesia termasuk Bali, Jakarta, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Ada 192 buyers terdaftar dari 20 negara – tahun ini paling banyak berasal dari Indonesia, United Kingdom, Australia, France, Amerika, dan Asia secara keseluruhan.
 
Dilengkapi dengan kehadiran rekan-rekan Media secara offline dan puluhan media antusiasi lewat online – Live streaming.” Pak Ardana menambahkan.
 
Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang terus bekerja bahu membahu bersama untuk mencapai target pariwisata Indonesia. Mencatat pencapaian transaksi BBTF tahun 2019, acara BBTF yang ke-7 ini diyakini sebagai Indonesia’s leading trade show yang bisa dibanggakan – alat mempromosikan “Bali and Beyond” destinasi, provinsi Indonesia, dan produk perjalanan sustainable.
 
Tentang BBTF
BBTF merupakan acara tahunan dengan tujuan untuk mendirikan sebuah patokan bagi acara-acara perjalanan & pariwisata dan tujuan-tujuan wisata di Indonesia. Didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia, BBTF mengadakan acara B2B yang bertujuan untuk memajukan industri pariwisata melalui sesi bisnis dan promosi langsung praktek terbaik dalam MICE dan manajemen Leisure.
 
Bersama-sama dengan sellers dan buyers dari berbagai negara di seluruh dunia, BBTF memfasilitasi Pre-Schedule Appointment (PSA) dan sesi bisnis untuk buyers dan sellers untuk bernegosiasi untuk durasi jangka panjang dan kebutuhan perjalanan perusahaan. Perusahaan, agen perjalanan, hotel & resort, operator kapal pesiar, perencana konvensi, operator tempat dan pembeli perjalanan dapat memanfaatkan dua setengah hari dalam acara ini untuk meningkatkan merk mereka masing-masing di pasar Indonesia dan Asia Pasifik.
  
Sebagai tambahan pada sesi B2B, pameran ini memiliki program-program lanjutan dari semua kegiatan yang ditujukan untuk para delegasi. Mulai dari acara networking yang fantastis, bergbagi program pengetahuan inspirasional, hingga pertemuan bisnis yang bermanfaat.
 
Sementara, Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaran karena merupakan pintu gerbang ke Kepulauan Indonesia untuk wisatawan global dan memiliki kontribusi hingga 40% dari semua pengunjung ke bangsa setiap tahun. BBTF 2018 menarik lebih dari 500 peserta termasuk mitra, peserta pameran, pembeli perdagangan perjalanan, pengunjung perdagangan dan jurnalis dari seluruh dunia. Pelajari lebih lanjut di www.bbtf.or.id 
 
HUBUNGI KAMI: 
Kantor Sekretariat BBTF
Jl. Raya Puputan No. 41, Renon Denpasar 80235
Telephone: +62 361 4457111; +62 361 4457700
Email: info@bbtf.or.id.(tim).