Kaotmil Kunjungan Kerja, Ke Ketua Dekranasda Provinsi Bali-Ny Putri Suastini Koster.


IMG_20211203_175333739

Keterangan foto; Brigjen (Purn) TNI AAA Putu Oka Dewi Iriani SH., MH, Ketua Dekranasda Provinsi Bali-Ny Putri Suastini Koster dan Kaotmil Denpasar – Kolonel Laut Marliah, SH.MH.
 
 
 
BALI -DETEKSIPOST.COM – Sektor pariwisata yang kian kini mulai bangkit di bali, meskipun dimasa pandemi masih berlangsung. Wisatawan domestik lokal berangsur mulai berkunjung ke bali, kenaikan prosentase 20 persen dibulan november kemarin, berharap desember ini semakin meningkat tentunya.
 
Takluput dari tingkat keamanan dan ketertiban yang sungguh ketat akan protokol kesehatan untuk berbagai event yang digelar di bali saat ini.
 
Dalam kunjungan kerjanya, Kaotmil Denpasar-Kolonel Laut Marliah, SH.MH. bertemu Ibu Gubernur Bali -Ny Putri Suastini Koster di sela-sela acara pameran IKM Bali Bangkit di Art Center Denpasar, sore hari, jumat- 3 Desember 2021.
 
Kunjungan kerja Kaotmil Denpasar pun disambut baik dan respon yang positif oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali-Ny Putri Suastini Koster.
 
IMG_20211203_175318668
Keterangan foto; Kolonel Laut Marliah, SH.MH. selaku Kaotmil Denpasar.
 
“Seperti yang Beliau sampaikan ucapan terima kasih atas kunjuangan Kaotmil Denpasar, Beliau berharap ini awal yang baik untuk lebih bersinergi dengan institusi militer. Beliau juga memperkenalkan produk-produk kerajinan Bali dengan mengadakan acara pameran IKM Bali Bangkit di Art Center ini untuk mewadahi UMKM.”ungkap Kolonel Laut Marliah, SH.MH. selaku Kaotmil Denpasar.
 
Menurut Ny Putri Suastini Koster, pelaku IKM/ UMKM diajak untuk terus menekuni karya kerajinan tangannya, mulai dari mempertahankan motif setiap masing -masing wilayah/ kabupaten-kota di Bali, meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan cara mengemas produk menjadi lebih menarik dan rapi sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih mahal.”jelasnya.
 
Selain itu, yang paling penting adalah penggunaan kain tenun tradisional (endek Bali) oleh masing-masing warga di yang ada di sekitar produksi kain tersebut.
 
“Di sini masing-masing desa adat atau wilayah memiliki aturan bagi warganya yang mengajak agar menggunakan kain tenun buatan daerahnya saat ada upacara atau kegiatan adat, sehingga perajin juga akan fokus memproduksi kain tenun sesuai motif khas daerahnya.
 
“Hal ini tentu secara tidak langsung akan menghidupkan perputaran perekonomian wilayah mereka, sekaligus mempertahankan warisan para tetua mereka yang sudah mendahului,” ungkap Ketua Dekranasda Provinsi Bali-Ny Putri Suastini Koster.(tim).