
Bali – deteksipost.com – Tim gabungan dari Polsek Nusa Penida, Sat Pol Air Polres Klungkung, Koramil 04 Nusa Penida, Pos AL Nusa Penida dan Basarnas Nusa Penida, terus melanjutkan pencarian terhadap Rofinus Gheda Piku (48), dilaporkan hilang saat sedang mancing di Parangan Jepang Ceningan di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (25/5/2025).
Kapolsek Nusa Penida AKBP Ida Bagus Putra Sumerta,S.Sos., menyampaikan bahwa pencarian melibatkan penyisiran di darat, laut, dan sepanjang garis pantai. “Kami terus berupaya maksimal. Pencarian dilakukan baik di darat maupun di laut. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujar Kapolsek.
Selain tim SAR Gabungan, Kapolsek juga mengimbau nelayan dan warga sekitar untuk berpartisipasi dalam pencarian, namun tetap mengutamakan keselamatan. “Jika ada yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban, segera laporkan kepada kami,” tambahnya.
Tantangan Pencarian Medan yang sulit dan kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pencarian ini. Meski demikian, tim gabungan berkomitmen untuk menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia demi menemukan korban.
Kapolsek Nusa Penida juga memberikan peringatan kepada masyarakat yang sering memancing di area tebing Pantai baik di Nusa apenida Mauoun di Desa Lembongan. Lokasi tersebut dikenal berbahaya karena ombak besar yang bisa datang sewaktu-waktu tanpa peringatan. “Kami mengingatkan agar selalu berhati-hati, terutama saat memancing di tempat-tempat yang berisiko tinggi,” ujar AKBP Putra Sumerta.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berupaya keras untuk menemukan keberadaan korban.(Tim).
TERKAIT
Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Akhir Tahun, Dandim Tabanan Cek Alat SAR Di Tanah Lot
Polsek Nusa Penida Bersama TNI dan Basarnas Berhasil Evakuasi WNA yang Terseret Arus di Pantai Atuh Nusa Penida – Polsek Nusa Penida bersama tim gabungan dari TNI dan Basarnas berhasil mengevakuasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis yang sempat terseret arus laut saat berenang di Pantai Atuh, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, (1/6). Korban diketahui bernama Papa Frederic Laurent Daniel (48). Berdasarkan keterangan salah satu saksi, korban awalnya terlihat berenang dari tepi pantai menuju tengah laut. Namun karena kondisi ombak yang cukup besar, korban kesulitan untuk kembali ke pinggir pantai. Dalam upaya menyelamatkan diri, korban akhirnya berenang ke arah tebing dan berhasil naik ke atas batu di bawah tebing Pantai Atuh. Kejadian ini segera dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Tim SAR gabungan untuk melaksanakan proses evakuasi. Tim tiba di lokasi kejadian. Namun, kondisi ombak yang tinggi menghalangi upaya evakuasi melalui laut, karena speed boat Tim Basarnas tidak dapat merapat ke titik lokasi korban. Setelah melakukan analisa situasi dan mempertimbangkan keselamatan seluruh tim, diputuskan bahwa evakuasi dilakukan melalui jalur darat. Tim gabungan berhasil menjangkau korban dan mengevakuasinya dalam kondisi selamat. Evakuasi berjalan dengan lancar dan korban langsung diberikan pertolongan awal oleh tim medis serta dievakuasi ke tempat aman. Kapolsek Nusa Penida AKBP Ida Bagus Putra Sumerta, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. “Kami dari Polsek Nusa Penida berterima kasih atas sinergi dan respons cepat dari seluruh tim gabungan, termasuk Basarnas dan TNI. Keberhasilan evakuasi ini adalah bukti bahwa kerja sama lintas instansi sangat penting dalam penanganan kejadian darurat, khususnya di wilayah rawan seperti kawasan pantai dan tebing,” tegasnya. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut, khususnya di area dengan ombak besar dan kondisi geografis yang ekstrem.
Peduli Korban Bencana, Tim SAR Polairud Polres Badung Sisir Lokasi Banjir
Hari Keempat Pencarian Nihil, Warga Tambora Hilang saat ‘Spearfishing’ di Laut Bali.
Polsek Nusa Penida Hadiri Penutupan Operasi SAR Pencarian WNI Hilang.
Kapolda Bali Bersama Intansi Lain, Gerak Cepat, Cek Langsung Lokasi Gempa Bali.