Kerukunan Beragama Penting Guna Kesadaran Masyarakat Mengenai Kemajemukan Sosial


DETEKSIPOST.COM – TOLITOLI, Gereja Protestas Indonesia Buol Tolitoli (GPIBT), melaksanakan sidang sinode di Gereja Pergamus Kolondom Desa Lakatan Kecamatan Galang hari Minggu pagi (25/11) diikuti oleh seluruh peserta Majelis Jemaat GPIBT se-Kabupaten Buol dan Tolitoli.
 
Sidang Sinode itu, dibuka oleh Bupati Tolitoli diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik H. Najarudin Lanta, SH.,MH dan dihadiri oleh Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tolitoli serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Galang.
 
Bupati Tolitoli dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Hi. Najarudin Lanta, SH.,MH mengatakan sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, GPIBT telah turun menggumuli berbagai kondisi yang kini melanda bangsa kita khususnya dalam berbagai keprihatinan akan kedamaian, keamanan dan kesejahteraan masyarakat di daerah Kabupaten Tolitoli.
 
Sekali lagi dikatakan Hi. Najarudin Lanta, Keprihatinan tersebut merupakan wujud dari kepedulian dan tanggung jawab GPIBT sebagai mitra pemerintahan daerah dalam melayani masyarakat dengan berupaya meletakkan dan mempermantap landasan religius, moral dan etika.
 
Sehingga pada gilirannya akan tercipta masyarakat yang partisipatif untuk ikut dan turut serta dalam pembangunan khususnya dalam pembangunan keagamaan.
 
Di bagian lain sambutannya, Bupati mengatakan pembangunan berdimensi kerukunan beragama penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kemajemukan sosial.
 
Dengan demikian suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa dan harmonis akan tercipta. Pada cakupan yang lebih luas hal tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Kabupaten Tolitoli yang sejahtera, berkarakter aktif, adil dan religius.
 
Sementara, Bupati meminta kepada seluruh anggota persekutuan gereja-gereja di Indonesia, khususnya badan pekerja sinode GPIBT, agar momentum sidang sinode tahunan kedua ini dapat dirumuskan langkah-langkah kebijakan yang lebih konkret, utamanya dalam upaya mengatasi permasalahan-permasalahan dalam pembangunan keagamaan di daerah ini.(Tim Humas dan Protokol Setdakab Tolitoli).