
Deteksipost.com – Buleleng – Perjalanan suci atau tirtayatra bukanlah perjalanan biasa untuk bersembahyang, namun didalamnya termuat pengendalian diri dan pengekangan diri.
Sehingga tirtayatra juga mendekatkan antara umat dengan tempat suci atau pura dalam pengertian umat yang melaksanakan tirtayatra akan mengetahui lebih dekat dan lebih dalam mengenai situasi, lokasi, sejarah serta nilai kesucian dan kebenaran yang terkandung pada tempat suci yang dikunjungi.
Selain itu tirtayatra juga mendekatkan antara manusia dengan Sang Pencipta melalui pemujaan yang dilakukan di tempat suci yang dikunjungi.
Sementara, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K., M.H., bersama dengan Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Widana, S.H., yang juga didampingi pejabat Utama Polres Buleleng di hari Raya Pagerwesi melalukan ” Tirta Yatra ” ke Pura Yeh Panas Desa Pemutetan juga di Pura Pulaki dan Pesandakan Ida, Pura Melanting, Pura Pasar Agung, Pura Belatung dan terakhir di Pura Kertakawat yang dipimpin oleh Jro Mangku Pande.
Hari Raya Pagerwesi yang jatuh setiap Rabu Kliwon wuku Sinta, dirayakan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan manifestasinya sebagai Sanghyang Pramesti Guru (Tuhan sebagai guru alam semesta).
Lanjut dan juga hari Pagerwesi mengandung filosofis sebagai simbol keteguhan iman. Pagerwesi berasal dari kata Pager yang berarti pagar atau pelindung, dan Wesi yang berarti besi.
Pagar Besi ini memiliki makna suatu sikap keteguhan dari iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, sebab tanpa ilmu pengetahuan kehidupan manusia akan mengalami kegelapan (Awidya).
Di hari raya ini diperingati dengan cara melakukan persembahyangan mulai dari Sanggah/Merajan (tempat bersembahyang dilingkungan rumah tangga) hingga ke Pura lainnya dilingkungan desa maupun Pura Kahyangan Jagat lainnya.
Kegiatan itulah yang dilakukan oleh Kapolred Buleleng bersama Kapolsek Gerokgak dan para pejabat utama Polres Buleleng.
Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, menyampaikan, disamping memohon keselamatan dan keamanan di Buleleng kondusif dan aman, untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.
Sehingga semakin menambah kekaguman akan kemahakuasaan Tuhan dan meningkatkan rasa bahkti kehadapan-Nya, “ujar Subawa.(TIM).





