
DETEKSIPOST.COM – Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, “Penutupan Konferensi, Kelautan Dunia (The World Ocean Summit) 2017 yang dilaksanakan di Hotel Sofitel Nusa Dua Bali hari ini, jumat (24/2)
Kegiatan Sidang Kelautan Dunia (WOS) 2017 yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 22 sampai dengan 24 Pebruari 2017 diikuti 400 delegasi dari 31 negara mendapat pengamanan sangat ketat dari Kepolisian Jajaran Polda Bali berkolaborasi dengan Kodam IX Udayana untuk keamanan dan kelancaran pelaksanaan sidang maupun seluruh delegasi serta para pejabat yang hadir pada helatan yang mendapat perhatian dunia internasional.
Sidang diawali dengan sesi pleno mulai pada pukul 08.30 wita yang dipandu oleh Zanny Minton Beddoes (Direksi, The Economist) yang bertema “ Peluang Besar Ekonomi Laut “ dengan pembicara Anwar Hossain Manju Menteri lingkungan dan hutan Bangladesh, Karmenu Vella Komisaris untuk lingkungan, kelautan dan perikanan ( Komisi Eropa ), Luhut Binsar Pandjaitan Menko maritim Indonesia , Ana Paula Vitorino Menteri laut Portugal dan Dominic Ziegler (The Economist), dilanjutkan pada Pukul 10.00 wita. dengan tema Laut Indonesia dan Agenda Maritim yang dipandu Zanny Minton Beddoes (Editor-in-chief, The Economist).
“Akan bahaya jika kita kehilangan (kontribusi) itu. Pemerintah dengan tegas melawan IUUF. Memang banyak illegal fishing, tapi pasca kebijakan tegas, produksi perikanan membaik, saat membuka pertemuan dua tahunan para pelaku sektor kelautan, World Ocean Summit (WOS).
Selain penegakan hukum, kolaborasi dengan berbagai pihak juga ditempuh pemerintah. pemerintah sangat mendorong kerja sama dengan sektor swasta, termasuk lembaga riset, untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan. Selain itu, pembangunan infrastruktur untuk mendukung industri perikanan juga dipercepat sehingga nelayan dapat berproduksi secara efisien.(Team Media DeteksiPost.Com).





