Doa Bersama Ribuan Orang Dari Lintas Agama.


img1506790294974

DETEKSIPOST.COM – Ribuan orang dari lintas agama berkumpul di Lapangan Puputan Renon, Sabtu, 30 September 2017. Pangdam IX/Udayana, Mayjend TNI Komaruddin Simanjuntak, menginisiasi kegiatan bernuansa spiritual tersebut. Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta hadir mewakili Gubernur Made Mangku Pastika.
 
Wagub Ketut Sudikerta menyatakan, alam Bali mulai bergolak perlu diredam dengan ikhtiar doa. Jika pun Gunung tertinggi di Bali itu meletus, kata Sudikerta tidak sampai menimbulkan banyak korban jiwa maupun harta benda.
 
“Hanya doa yang dapat meredam alam yang bergolak. Kita tidak tahu kapan Gunung Agung akan meletus, kita hanya bisa berdoa dan berupaya meminimalkan, terutama korban jiwa,” ujar Sudikerta, Sabtu, 30 September 2017.
 
Pangdam IX/Udayana, Mayjend TNI Komaruddin Simanjuntak menyatakan, aksi doa bersama itu menjadi bentuk eksistensi berbangsa dan bernegara.
 
“Intisari dari doa bersama ini agar pulau Bali selalu damai, tentram dan terhindar dari segala bencana dan musibah,” ujar Pangdam IX/Udayana, Mayjend TNI Komaruddin Simanjuntak.
 
Seluruh komponen masyarakat bersatu padu untuk berdoa untuk menghadapi bencana alam gunung agung.mudahan dengan doa ribuan massa atau ribuan penduduk yang hadir, “maka tuhan yang maha besar akan memperhatikan umatnya, akan melihat bagaimana kondisi masyarakat, kita bisa mempunyai kekuatan yang dasyat, “ujarnya.
 
Kita sekarang banyak berita-berita bohong, beita hoax, yang saya katakan tadi maksimal 70 ribu, ya kalau kita lihat garis satu, garis dua, garis, tiga, garis empat.”Ucap Komaruddin Simanjuntak.
 
“Kenapa meningkat, karena berita berita yang memberitakan hoax, saya sudah melihat dengan helikopter biasa-biasa saja gunungnya. 9 titik kota tertata dengan baik, mudah-mudahan sebagai contoh di daerah-daerah lain, masukan-masukan yang baik. “pungkasnya.
 
Ini bisa menjadi kekuatan masyarakat bali yang tersusun secara menejemen, walaupun menghadapi bencana alam yang batuk-batuk, bahwa seluruh komponen masyarakat dan TNi-Polri bahu membahu untuk menghadapi masalah bencana ini, “imbuhnya.
 
Ditanyak.masalah peran TNI kepada masyarakat sejauh mana,,,?PangdamIX/Udayana. Mayjen. TNI. Komaruddin Simanjutak, mengatakan baik jadi di dalam UU no.34 pemerintah TNi sementara diminta maupun tidak diminta selalu siap siaga, karya-karyanya kepada pemerintah, dengan bukti kongkrit dimana pos-pos pemerintah kami, selalu mengirim personil disana.mengirim tenda-tenda, dan melakukan patroli-patroli dimana daerah-daerah yang dikatakan pemerintah zona aman dan zona tidak aman, seperti contoh karena rasa takut masyarakat yang berkebihan, maka meninggalkan daerahnya.
 
“Sedangkan kekayaaanya berupa hewan ternak seperti Kambing, Kerbau, Sapi, dan lain-lain itu tidak terpikirkan, gimana TNI,..? TNI akan bergerak patroli disana, jangan sampai ternak barang lain yang ditinggalkan, orang-orang lain mengambil kesempatan.” Ucap Komaruddin Simanjutak.
 
Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan, 51 desa dari 78 desa di Karangasem berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Dari evaluasi yang dilakukan hanya ada 27 desa yang berada di radius berbahaya jika Gunung Agung meletus.
 
“Yang berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus hanya 27 desa. Jumlah penduduknya sekitar 70 ribu jiwa pengungsi,” kata Gubernur Bali I Made Mangku Pastika usai menggelar rapat koordinasi di Karangasem, Jumat, 29 September 2017.(Team Media DeteksiPost.Com).






Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *