SMA PGRI 4 Denpasar Mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK


DETEKSIPOST.COM – Sebanyak 157 siswa SMA PGRI 4 tengah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian daring yang digelar tahun ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan di Sekolah tersebut, di Jalan Kenyeri G. 27 Denpasar. Rabu.(11/4).
 
Kepala Sekolah SMA PGRI 4 Denpasar. Drs. Ngakan Nyoman Kartha; “menjelaskan, pada awak media pihaknya mengikuti menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Namun, sebagai langkah awal ujian daring diadakan disekolah sendiri. “ucapnya.
 
Menurut Nyoman Kartha, Sebanyak 157 siswa SMA PGRI 4 Denpasar yang melaksanakan UNBK sampai hari ke tiga 100 persen hadir.
 
“Kata Nyoman Kartha, disamping itu, Ia menyampaikan, dari ,157 siswa peserta UN yang terdiri dari 110 siswa jurusan IPA dan 47 siswa jurusan IPS , nantinya di bagi menjadi 2 ruangan dan 3 sesi dimana satu ruangan di isi 35 siswa dan satu ruangan lagi di isi 20 siswa maka setiap satu sesi jumlahnya 55 siswa.”ujarnya.
 
Selain itu pihaknya, “Nyoman Kartha, Mengatakan, untuk sarana prasarana UN seperti perangkat komputer yang dipakai dalam pelaksanaan UNBK pihaknya menyediakan sebanyak 60 komputer dan 3 server yang terdiri, 40 komputer merupakan milik sekolah dan 20 komputer yang lain dari kerjasama dengan pihak ke tiga.
 
Sampai saat ini, “Ucap Nyoman Kartha, siswa tidak menemui kendala yang terkait dengan menempuh kegiatan UNBK. Pelajaran tambahan dan pengayaan serta beberapa kali try out dan terakhir dengan simulasi sehingga siswa sudah siap baik mental maupun kemampuan.
 
Masalah daya listrik yang ada di sekolah pihak kami sudah bekerjasama dengan PLN. dan menyediakan Genset dari pihak sekolah. agar tidak ada pemadaman listrik selama  ujian, juga koneksi internet cukup baik.
 
“Sementara, pelaksanaan UNBK tingkat SMA PGRI 4. dilaksanakan di sekolah berjalan dengan lancar dan aman.” ucap Nyoman Kartha.
 
Dari pihaknya berharap, dengan penerapan wajib UNBK untuk sekolah di Denpasar, pemerintah memfasilitasi kebutuhan untuk UNBK. Dengan demikian, sekolah mampu menyelenggarakan ujian daring secara mandiri.
 
“Kami mengikuti instruksi pemerintah saja. Dengan menyesuaikan kondisi yang ada di sekolah. Namun jika ada kekurangan perangkat ya, dibantu, baik dari pelaksanaan, penganggaran dan peralatan,” harap Ngakan Nyoman Kartha.(TIM).

                    






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *