Pertama Kali SMP Dwijendra Mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)


#Keterangan foto; Kepala Sekolah, SMP Dwijendra Denpasar; Dra. Ni Wayan Nadi Supartini M.Pd.
 
 
DETEKSIPOST.COM – DENPASAR – BALI, Pertama kali SMP Dwijendra untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diadakan serentak di seluruh wilayah indonesia, berjalan lancar. aman. Sementara tempat untuk saat ini menumpang di SMA Negeri 1 Denpasar, jalan Kamboja Denpasar. Selasa, 23 April 2019.
 
Sekali lagi, dikatakan Nadi Supartini, diharapkan nantinya SMP Dwijendra dapat mengadakan UNBK secara mandiri. Jumlah siswa SMP Dwijendra yang mengikuti UNBK sebanyak 400 siswa.
 
“Kami membutuhkan 5 ruang dengan setiap ruang berisi antara 18-20 orang. Saya berharap kedepan yayasan dapat menyelenggarakan UNBK secara mandiri,” jelas Nadi Supartini.
 
Kepala Sekolah, SMP Dwijendra Denpasar; Dra. Ni Wayan Nadi Supartini M.Pd. mengatakan, Ujian Nasional Berbasis Komputet (UNBK), dirasa menjadi proses yang paling mutakhir dibandingkan pelaksanaan ujian konvensional berbasis kertas dan pensil. Selain itu, nilai integritas menjadi salah satu tujuan untuk menghindarkan dari potensi adanya kecurangan. “Ujarnya.
 
Dari alasan itu, pihaknya memutuskan untuk mengarahkan siswanya mengikuti UNBK, meskipun dengan bergabung di sekolah lain. Disamping itu, jarak antara SMP Dwijendra dengan SMA Negeri 1 Denpasar sangat dekat yang bisa ditempuh dengan jalan kaki.
 
Sebelum mengikuti UNBK, di setiap sesi, pihak sekolah melakukan briefing kepada siswa. Hal itu dilakukan sebagai pembekalan terakhir sebelum siswa benar-benar ‘bertempur’ dengan soal ujian daring.
 
Nadi Supartini menambahkan, di hari pertama UNBK Senin kemarin, satu siswanya sempat tidak masuk karena terkendala upacara ngaben di rumahnya.
 
“Kebetulan yang meninggal adiknya, jadi dengan sangat terpaksa tidak mengikuti UNBK. Tapi sudah kita laporkan dan akan ada ujian susulan,” jelasnya.
 
Sedangkan untuk SMP Dwijendra prestasi yang pernah didapat pertama waktu lomba di Porja mendapatkan rengking 7 di kota denpasar, jadi masuk 10 besar, maka kita harus bangga, dong.”ucap Nadi Suparti, dan ada lagi lomba Agama Hindu, juga ada lomba lainnya dapat juara satu yang pernah didapat nantik akan ketingkat provensi.”jelasnya. (TIM).