Kota Rai Mantra Ngelawar Bersama Rangkaian HUT ke-17 SMK PGRi 3 Denpasar


DETEKSIPOST.COM – Rangkaian HUT ke-17 SMK PGRI 3. Denpasar, mengadakan berbagai lomba yang melibatkan siswa kelas ,X,XI, dan XII yang menyentuh tiga kerangka dasar yakni tatwa, susila dan upakara. Sedangkan pencerahan tatwa diisi dengan lomba Dharma Wacana, dengan mengundang Pe-Dharma Wecana Ida Pedanda Mpu Acarya Nanda, guna mengisi filsafat agama Hindu.
 
Selanjutnya memberi penekanan pada susila dengan cara bersinergis dengan masyarakat, membersihkan dosa dan kawasan sekolah. Untuk pemahaman upakara dilakukan dengan lomba mebat, ngelawar dan membuat pejati, ”demikian uraian Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs.Nengah Madiadnyana, MM, Jumat,(20/1)di SMKPGRI 3 Denpasar.
 
Selanjutnya dikatakan, melalui kegiatan ngelawar, siswa diajarkan untuk bisa membangun rasa kebersamaan toleransi dan gotong royong. Kemudian membuat pejati, mengajarkan siswa sejak awal meyadnya, untuk mempersembahkan saat piodalan Hari Raya Saraswati. Semuanya ini, sejalan dengan Tema HUT ke-17 “Menjadikan SMK PGRI 3 Denpasar, sekolahyang bersih,disiplin, berprestasi dan Berbudaya.Kegiatan lainnya, jugadiadakan lomba pidato bahasa Ingggris guna memberikan penguatan komptensi siswa.
 
Selain itu, diberlakukan pula ketentuan yang baru, yaitu guru wajib membuka pelajaran dengan Bahasa Bali 2-3 menit. Tujuannya, agar membiasakan setiap guru berbahasa Bali. Juga sekolahnya memiliki English Corner dimana siswa dan guru melawati Corner wajib berbahasa Inggris, disamping itu diperkuat lagi dengan program Jumat berbahasa Inggris.
 
Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Mantra, mengapresiasi atas kemajuan yang dicapai SMK PGRI 3 Denpasar, dengan berbagai prestasi yang bergengsi. Pencapaian prestasi, baik guru maupun siswa yang taat terhadap aturan atau pun program yang ditetapkan oleh Pimpinan Sekolah.
 
Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, loimba yang diselenggarakan ini, merupakan, ide yang cemerlang, karena siswa tidak saja terpaku pada kompetensinya, tetapi juga mengajegkan budaya Bali. Sebab generasi mudalah yang harus menerima estafet mempertahkan dan menjujung tinggi adat istiadat yang bersumber dari Budaya Bali.
 
Diingatkan oleh Wali Kota,jangan sampai budaya mebat ini menjadi beban masyaraskat. Sebab dalam Mebat ada nilai kebersamaan, saling tolong menolong, dan bernilai ekonomis. Oleh karenanya, budaya mebat harus sering dilakukan.
 
Pada saat itu, Wali Kota Denpasar I.B. Mantra Ngelawar bersama Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, MM.(Team Media DeteksiPost.com).






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *