
DETEKSIPOST.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebelumnya disebut Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.
Kepala SMA Dwijendra Denpasar, Made Oka Antara menjelaskan, seperti sebelumnya, mPLS tahun ini dikemas dalam nuansa ceria tanpa disertai aksi-aksi yang memberatkan siswa baru.Selasa.(11/7).
Aktifitas mPLS di SMA Dwijendra lebih banyak diberikan dalam bentuk pemaparan materi dari narasumber yang berkompeten di bidangnya. Made Oka Antara mengatakan, narasumber yang diundang pada mPLS diantaranya adalah kepolisian dalam hal kenakalan remaja maupun penyuluhan kesehatan dari petugas Puskesmas.
“Materi yang ada, kami berikan secara singkat agar siswa tidak bosan. Jadi mereka lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman barunya,” jelas Made Oka Antara.
“Kami memberikan materi-materi yang berkaitan dengan kegiatan yang mendidik. Siswa tidak dibebani dengan persyaratan yang tidak semestinya dilakukan,” jelas Made Oka Antara.
Selain materi yang bersifat wawasan, untuk siswa Hindu diwajibkan mengikuti upacara Pawintenan. Tradisi yang digelar setiap tahun ajaran baru bagi peserta didik baru itu, bertujuan untuk membersihkan diri dari kekotoran yang melekat pada diri.
Sedangkan secara batiniah, Pawintenan menurut Made Oka Antara, bertujuan sebagai sarana pwemohonan penyucian diri kepada Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.
“Dalam belajar di sekolah nanti agar mendapatkan tuntunan, bimbingan dalam mempelajari ilmu pengetahuan,” terang Made Oka Antara.
Pawintenan ini dikhususkan untuk siswa yang beragama Hindu. Dikatakan Oka Antara, Untuk siswa non Hindu tidak diikutkan dalam kegiatan keagamaan itu.(Team Media DeteksiPost.com).





