SMA Dwijendra Pertama Kali Mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer


DETEKSIPOST.COM – Sebanyak 641 siswa SMA Dwijendra tengah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian daring yang digelar tahun ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan di Sekolah tersebut.
 
Kepala SMA Dwijendra I Made Oka Antara menjelaskan, pada awak media pihaknya belum menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Namun, sebagai langkah awal ujian daring diadakan dengan menginduk di sekolah lain yakni di SMK Negeri 1 Denpasar.
 
“Menurut Made Oka Antara.Dari kesiapan, cukup banyak perangkat komputer yang mesti disediakan untuk mengakomodir 641 siswa. Tahun ini, yang sekaligus tahun pertama menyelenggarakan UNBK, kami masih menginduk di sekolah lain, “ujarnya.
 
“Selain itu, jadwal UNBK antara Sekolah Menengah Umum dengan Sekolah Menengah Kejuruan tidak sama. Melalui Dinas Pendidikan Kota Denpasar, situasi itu difasilitasi sehingga SMA Dwijendra dapat bergabung mengadakan ujian dalam jaringan itu.”jelasnya.
 
Sampai saat ini, “Kata Made Oka Antara, siswa tidak menemui kendala yang terkait dengan situasi menempati sekolah lain untuk menempuh kegiatan UNBK. Dari beberapa simulasi yang digelar juga diikuti dengan lancar oleh siswa.
 
“Kita tetap menggunakan 3 shift dengan di bagi 7 ruangan setiap sesi diikuti 30-31 siswa,” jelasnya demikian.
 
Masalah daya listrik yang ada di sekolah pihak kami sudah bekerjasama dengan PLN. agar tidak ada pemadaman selama  ujian dan koneksi internet. cukup baik.
 
“Sementara, pelaksanaan UNBK tingkat SMA Dwijendra, pada 9 April 2018 dilaksanakan di sekolah berjalan dengan lancar dan aman.” ucap Made Oke Antara.
 
Siswa tetap akan mendapatkan pelayanan pemantapan materi dalam pertemuan Klinik Akademik. Disitu, guru pengampu akan mematangkan materi-materi hingga menjelang ujian.
 
Pihaknya berharap, dengan penerapan wajib UNBK untuk sekolah di Denpasar, pemerintah memfasilitasi kebutuhan untuk UNBK. Dengan demikian, sekolah mampu menyelenggarakan ujian daring secara mandiri.
 
“Kami mengikuti instruksi pemerintah saja. Dengan menyesuaikan kondisi yang ada di sekolah. Namun jika ada kekurangan perangkat ya, dibantu, baik dari pelaksanaan, penganggaran dan peralatan,” harap Made Oke Antara.(Tim).

                    






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *