
DETEKSIPOST.COM – SMP PGRI 2 Denpasar, hari pertama Pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) diadakan serentak di seluruh Indonrsia berjalan lancar. Namun, satu siswa terpaksa tidak masuk, karena sakit.Senin.(23/4).
Kepala SMP PGRI 2 Denpasar,
Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M. Pd,
Mengatakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil, protap yang diterapkan sama sekolah. Siswa yang sakit, Bernama; I Komang Widia Artawan. mendapatkan pendampingan dari pengawas meski soal itu dikerjakan di rumah. “jelasnya.
“Kata I Gede Wenten Aryasuda, juga ada 2 orang pengawas mendampingi siswa yang berhalangan karena alasan tertentu. Kami berikan itu karena ada rujukan surat dari dokter,”ujarnya.
Menurut I Gede Wenten Aryasuda, setiap siswa memiliki hak untuk mengikuti Ujian Nasional. Karena itu, meski berhalangan hadir dan ada rujukan dokter, sekolah juga wajib memberikan pelayanan kepada siswa yang bersangkutan.
“I Gede Wenten Aryasuda Mengatakan, Saya, memberikan rekomendasi untuk mengerjakan soal di luar sekolah, dengan catatan, sesuai prosedur ketetapan yang berlaku,” jelas.
“Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) di SMP PGRI 2 Denpasar, Siswa yang mengikuti sebanyak 580,Siswa, masing-masing 304 laki-laki dan 276 perempuan. Mereka menempati 29 ruangan, dimana setiap ruangan berisi 22 orang siswa. “ungkap I Gede Wenten Aryasuda.
Sub rayon 03, sedangkan pengawas terdiri dari berjumlah 2 orang, yang berasal dari, SMP. Tawakal, SMP Albana, SMP Saraswati, dan SMP Pertiwi Dewata.”ujar I Gede Wenten Aryasuda.
“Sedangkan mata pelajaran yang di ujian Nasional Kertas dan Pensil, di hari pertama adalah, Bahasa Indonesia. Matematika, Bahasa Inggris dan IPA masing-masing pada hari kedua, ketiga dan keempat.”jelasnya.
Selain itu mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi,”Ucap I Gede Wenten Aryasuda, Karena itu para siswa tetap mempersiapkan diri dengan belajar yang sungguh-sungguh dalam menghadadi Ujian Nasional.
Dari Sekolah SMP PGRI 2 Denpasar, pihaknya mengagendakan Ujian Nasional. UN tahun berikutnya akan berubah menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer.”ungkap I Gede Wenten Aryasuda.(TIM).





