
I Wayan Puspa Negara selaku Chief Committee Acara Gathering ke-5 yang juga Caleg dari Partai Golkar no. urut 2.foto; deteksipost.com.
DETEKSIPOST.COM – Kegiatan Prajuru Banjar Legian Kelod Desa Legian kembali menggelar acara gathering ke 5 bersama para pelaku usaha dan dihadiri oleh awak media, baik media online, media cetak maupun media elektronik, di Pullman Hotel, Legian-Kuta, Bali, Selasa 30 Oktober 2018.
Sementara, I Wayan Puspa Negara selaku Chief Committee acara gathering ke-5 yang juga Caleg dari Partai Golkar nomer urut 2 menjelaskan tujuan dilaksanakannya acara ini untuk membangun komunikasi yang baik antara para pelaku usaha yang ada di lingkungan Desa Adat Legian, khususnya di Banjar Legian Kelod dengan jajaran prajuru desa adat dan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Sekali lagi, dikatakan I Wayan Puspa Negara , kegiatan Gathering ini dilaksanakan guna membangun hubungan lahir batin antara pelaku usaha dengan lingkungan. karena tanpa adanya dukungan dari lingkungan pengusaha tidak akan dapat berjalan dengan baik dan begitupun sebaliknya, lingkungan membutuhkan kontribusi dari pelaku usaha dalam memelihara dan mengembangkan lingkungan sekitarnya, jadi simbiosisnya mutualistik,”ungkapnya.
Caleg dari Partai Golkar nomer urut 2, Puspa Negara juga mengatakan kepada para pengusaha yang hadir terkait rencana membangun Balai Kulkul dan mengharmonisasi wajah Balai Banjar mereka. “jelasnya.
Hali ini, dijelaskan pula pembangunan Balai Kulkul rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar 1.5 Milliar Rupiah.
Sumber dana anggaran tersebut berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, sumbangan masyarakat dan sumbangan pelaku usaha yang ada di lingkungan Br. Legian.
“Pembangunan balai kulkul dan harmonisasi balai banjar, Pemda Badung sudah memberi bantuan Rp 750 juta. Selain itu ada bantuan dari pelaku usaha dan masyarakat sehingga saat ini total dana yang terkumpul ialah Rp 1,1 miliar,” ungkapnya.
Saat acara tersebut, para pelaku usaha yang hadir mendapat kesempatan untuk menyampaikan dan mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar dan usahanya.
Salah satunya disampaikan oleh Purwa, perwakilan dari Rama Recidence, ia berharap unit-unit usaha yang ada di linkungan Banjar Legian dapat ditata kembali, khususnya usaha Spa yang kian menjamur namun tidak diimbangi dengan pegawai yang menurutnya tidak memenuhi standar.
“mereka menawarkan produk jasa spa mereka dengan pendekatan yang tidak baik, sehinnga hal tersebut membuat tamu merasa kurang nyaman, tentu ini akan mempengaruhi citra pariwiasata yang ada di Legian,” tuturnya.
Selain itu, di akhir acara, dari pelaku usaha yang hadir terkumpul donasi sebesar Rp 25 juta. Donasi ini diberikan diantaranya oleh Bebek Goreng Haji Slamet, LPD Legian Kelod, Rama Residence, Mega Sari Bungalow dan lainnya.(TIM).





