SMPN 10 Denpasar Pertama Kali Mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer


DETEKSIPOST.COM – SMPN 10 Denpasar, tengah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian daring yang digelar tahun ini merupakan kali pertama, yang diikuti sebanyak 429 siswa. Walaupun dalam pelaksanaan UNBK tahun ini masih meminjam tempat di SMKN 1 Denpasar, tapi semua berjalan dengan lancar dan aman. Selasa.(24/4).
 
Ketua Panitia UN. I Gst Ngurah Made Sudarmana. Spd. Seijin Kepala Sekolah SMPN 10 Denpasar. Drs. I Ketut Sukartha. Msi. Mengatakan pada awak media, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sebanyak 429 orang siswa, yang terdiri dari 227 siswa laki laki dan 202 siswa perempuan. “ungkap I Gusti Ngurah Made Sudarmana.
 
Selanjutnya, hari kedua yang hadir peserta UN, 100. % (persen) siswa sampai hari ini, untuk mata pelajaran yang di Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Saat ini yang dikerjakan mata pelajaran Matematika.
 
Menurut dari pihak sekolah SMPN 10 Denpasar. menyampaikan , dari 429 siswa yang melaksanakan UNBK nantinya di bagi menjadi 5 ruangan dan setiap ruangan diawasi oleh 2 orang pengawas dari Sub Rayon 10 Kota Denpasar
 
Sampai Saat ini, “Kata I Gusti Ngurah Made Sudarmana. pelaksanaan UNBK itu sendiri di bagi menjadi 3 sesi yang di mulai pukul 07.30 wita sampai dengan pukul 16.00 wita.”jelasnya.
 
Selain itu siswa tidak menemui kendala yang terkait dengan menempuh kegiatan UNBK. Dari beberapa simulasi 2 X yang digelar juga diikuti dengan lancar oleh siswa.
 
Masalah daya listrik yang ada di sekolah pihak kami sudah bekerjasama dengan PLN. agar tidak ada pemadaman selama  ujian dan koneksi internet. cukup baik.”ungkap I Gusti Ngurah Made Sudarmana.
 
“Siswa tetap akan mendapatkan pelayanan pemantapan materi dalam pertemuan Klinik Akademik. Disitu, guru pengampu akan mematangkan materi-materi hingga saat ini.”ujarnya.
 
Pihaknya berharap, dengan penerapan wajib UNBK untuk sekolah di Denpasar, pemerintah memfasilitasi kebutuhan untuk UNBK. Dengan demikian, sekolah mampu menyelenggarakan ujian daring secara mandiri.
 
“Kami mengikuti instruksi pemerintah saja. Dengan menyesuaikan kondisi yang ada di sekolah. Namun jika ada kekurangan perangkat ya, dibantu, baik dari pelaksanaan, penganggaran dan peralatan,” harap . I Gusti Ngurah Made Sudarmana. (TIM).






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *